Jogja Antique

Tuesday, March 16, 2010

SEMALAM DI MERAPI


Merapi, pantai parangtritis (laut kidul) dan Kraton adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam sejarah kota yogyakarta. Merapi juga selalu menjadi penting ketika sispala, mapala dan juga klub petualang di jogjakarta sedang melakukan pendidikan dasar ataupun pendidikan lanjut gunung hutan, karena selain dekat juga memenuhi persyaratan untuk dijadikan latihan bagi para calon penjelajah rimba.

Namun kali ini aku ingin bercerita dari sisi yang lain tentang merapi. Bukan kisah petualangan, juga bukan tentang pendidikan dasar pecinta alam. Namun tentang percakapanku dengan seseorang di Lereng Merapi. Semoga cukup menarik untuk dibaca dan bisa diambil manfaatnya.


Suatu malam, aku diminta mengisi materi tentang goal setting di hostel vogel. Dari rumah sudah kusiapkan kopian materi secukupnya dan alat pendukung untuk bermain. Dalam hati, aku berdoa, semoga aku bertemu dengan legenda wisata treking merapi yang bernama Cristian Awuy. Walaupun aku sudah pernah bertemu, kenal dan juga ngobrol, namun belum pernah menyambangi hostel vogel yang terkenal sampai negeri belanda itu, apalagi berdiskusi di tempat itu.


Ketika aku sampai di Hostel Vogel, ternyata beliau sedang mengisi materi pada forum yang sama yang aku juga akan mengisi materi goal setting. Beliau berbicara tentang wisata treking dan ekowisata. Saat aku datang, baru saja dimulai sesi untuk diskusi dan tanya jawab. Menurutku beliau memang tidak teoritis, namun lebih banyak bercerita tentang pengalaman bisnis pribadinya.


Aku langsung nimbrung saja, namun karena aku juga pemateri maka aku gak bertanya, cuma mendengarkan yang bertanya dan jawaban beliau. Dan beliau memang sangat terbuka dan menjelaskan secara detail apa yang beliau ketahui. Komentarku "hebat... hebat dan hebat" Sebuah insting bisnis yang berawal dari hobi memang cukup menjanjikan, karena pastilah dijalani dengan hati, bukan melulu urusan uang.


Malam makin larut, dan aku sengaja membiarkan tanya jawab itu sampai tuntas, aku mengatakan kepada beliau bahwa waktu untuk materiku dipotong saja untuk melanjutkan materi treking, dan beliau bersedia meladeni sampai semua pertanyaan dikepala masing-masing peserta keluar semua alias sampai puas.


Dalam hati aku berdoa, semoga besuk dini hari ketika melalui jalur treking vogel, beliaulah yang menjadi guidenya, bukan asistennya.... bersambung


BERITA KOMPAS