Persiapan Pemanjatan Bupati Sleman Dalam Peresmian Bayu Climbing Center Sleman Yogyakarta

Bupati Sleman berganti baju dengan kaos dan melepas sepatu pdh dengan sepatu panjat untuk melakukan pemanjatan dalam peresmian BAYU CLIMBING CENTER hari minggu 5 Februari 2012.

Polisi Pariwisata Kota Semarang

Untuk menunjang pelayanan kepariwisataan di Kota Semarang, tampak digambar para polisi wanita yang cantik dan pintar siap mengamankan obyek wisata dan obyek vital lainnya termasuk pengawalan tamu/wisatawan

Kontingen Panjat Tebing Sleman Porprov DIY 2011

Foto Kemenangan Tim Panjat tebing Sleman dalam Pekan Olahraga Propinsi daerah Istimewa Yogyakarta di Kabupaten Sleman. Para atlet dan offisial berpesta merayakan kemenangan sebagai juara umum cabor.

With Panji Sang Petualang

Petualangan bersama Panji di Taman Marga Satwa Semarang mimindahkan buaya jantan dari buaya betina yang sedang bertelur. Setelah capek makan siang di restoran iwak manuk.... weuuuenak tenan

TUGU MUDA

Tugu Muda adalah icon Kota Semarang selain Simpang Lima dan Lawang Sewu. Di siang hari selalu memberikan kesejukan berkat pancaran air mancur yang selalu siap mengguyur rumput permadani di bunderan tugu muda... yuk berwisata ke Kota Semarang

Jogja Antique

Tuesday, May 31, 2011

Artis di Tengah Penonton



Artis dan Penonton Panggung Ekspresi 2011



Panitia di Balik Acara Panggung Ekspresi di Arena car Free Day



Gadis Remaja Bermain Sepeda di Arena Car Free Day Balaikota Semarang




Sunday, May 29, 2011

Panggung Ekspresi Anak Muda Semarang 2011 di Balaikota



Kesenian Tek Tek Akpol Di Arena Car Free Day Jalan Pemuda Semarang



Penampilan Brass band Akpol Dalam Panggung Ekspresi 2011



Wednesday, May 25, 2011

Adika Mandi Bugil

Adika dan kaka, 2 jagoan kecilku paling suka diajak mandi pagi dan sore. Selalu saja bermain dan tertawa saat mandi di bak pink kesukaanya. Sopo sek ra kangen jagoan yang lucu lucu?

Jagoan Kecilku Sedang Mandi, paling suka sambil mandi bermain air dan bebek kecil yang mengapung di bak air. Tidak semua anak kecil suka mandi, ada yang klo mau dimandikan menangis gak mau karena tidak suka air.

Monday, May 23, 2011

Peluang Bisnis 2011

BAGIKITA.CO.NR : Cara sederhana, murah dan logis mendapatkan HP, Laptop, Motor, Mobil bahkan Rumah cukup dengan Rp. 99,000 dan sedikit usaha untuk memperkenalkan bisnis ini kepada teman, atau saudara Anda.

Program ini di rancang cukup sederhana, mudah dimengerti, logis, mudah dijalankan, murah dan sangat menguntungkan.

Bonus Cash :

Anda akan mendapatkan Bonus Referensi Rp. 25.000,- saat Anda bisa mereferensikan 1 (satu) rekan Anda untuk bergabung bersama bagikita.com. Dan Bonus STEP @ Rp. 2000 sampai 10 Level .Serta yang lebih menggairahkan bisnis ini adalah Bonus Duplikasi yang besarnya 100% dari Bonus Step orang yang kita sponsori langsung.

Pembayaran bonus akan dilakukan paling lama 2x24 jam setelah rekan Anda melakukan pembayaran dan aktivasi, dilakukan secara otomatis tanpa perlu menunggu Anda melakukan withdrawal / permintaan pembayaran 

Bonus Reward STEP 8:

Pada step 8 anda akan mendapatkan Reward berupa HP, NetBook, Laptop, Motor, bahkan Rumah sesuai target yang bisa anda capai.

Untuk mendapatkan Laptop ini, Anda hanya perlu menunggu 100.000 titik, 10.000 titik1.000 titik100 titik pada STEP ke 8. (Titik bukan member, kenapa titik karena kami menghitung bukan orang tapi titik usaha dimana satu orang/member bisa memiliki beberapa titik usaha). Dan untuk mendapatkan Motor anda hanya perlu menunggu 500 titik saja. Bahkan jika anda ingin Reward HP Qwerty cukup dengan 25 titik saja.

Bagi Anda yang sibuk, dan tidak punya waktu luang untuk menjalankan dan mengajak rekan Anda untuk bergabung, Anda tidak perlu khawatir karena kami menerapkan system spill-over/ limpahan dan random sponsoring untuk member yang bergabung tanpa ada sponsor.

Kami menggunakan system trinary matrix yang menjamin dan memudahkan Anda mendapatkan spill-over / limpahan dari upline Anda yang bergabung lebih dulu.

Keunggulan BAGIKITA.CO.NR
  • Biaya aktivasi hanya Rp. 99.000,- (Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah) dan hanya sekali saja, tanpa biaya bulanan atau tahunan.
  • Mendapatkan Spot Iklan Text  1000 klik.
  • Mendapatkan 3 Token SMS Iklan Broadcast untuk ke 3000 nomor hp tujuan.
  • Sistem Bonus yang masuk akan dan saling menguntungkan dengan sedikit effort untuk hasil yang maksimal.
  • Tidak harus full matrix anda sudah berhak reward.
  • Hanya butuh minimal 25 titik di Step-8 untuk mendapat reward.
  • Spillover dan Random Sponsor untuk membantu anda mempercepat pencapaian.
  • Bonus Duplikasi 100%
  • Full Report system via SMS, cukup dengan HP tanpa harus ke warnet dan membuka email.
  • Download Puluhan EBook berkualitas di member area.
 GABUNG KLIK DISINI

Simbah Penjual Kacang Yang Luar Biasa



Simbah ini berjualan kacang di Pantai Kuwaru Srandakan Bantul. Saat aku tiba di sana pukul 06.30, simbah ini sudah ada disana. Persis di Jalan masuk menuju pantai. Tempat berkerumunnya pengunjung bagi yang belum pernah.
Sejak datang aku perhatikan, jarang ada yang membeli, karena kebanyakan pagi-pagi pengunjung membeli yang anget-anget. Kacang kurang cocok untuk makanan di Pagi Hari. Namun simbah ini tidak mundur sejengkalpun untuk terus menjajakan jualannya. Waktu terus berjalan, aku belum pernah melihat seorangpun membeli kacang simbah tua ini.
Kubisiki istriku, eh tuh aku pengen kacang. Tolong belikan beberapa bungkus plastik kacang. Biasanya istriku sebagai wanita normal suka menawar. Kali ini sebelum itu terjadi sudah ku bilang di awal. Jangan nawar dan kubilang kasih 10.000 tapi kacangnya ambil 5 aja. 1 bungkus 1 ribu, jadi yang 5 ribu biar untuk simbah.
Istriku tertawa geli, dia paham banget. Hal kayak begini aku selalu saja gak tega....
Kupikir pikir kan nanti di rumah sehabis dari pantai, capek bisa ngopi sambil makan kacangnya dari simbah. Dan aku semakin takjub dengan mental berdagang simbah itu karena ternyata simbah itu tidak bisa melihat dengan jelas. Tetap Semangat mbah!

Friday, May 20, 2011

Bengawan Travel Mart BTM akan Dijadikan Agenda Nasional


Solo, CyberNews. BTM atau Bengawan Travel Mart yang sudah tiga kali digelar akan diusulkan menjadikan agenda nasional, sebagaimana pasar wisata (travel mart) lainnya yang digelar di sejumlah kota di Indonesia. Seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta.
Menurut Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia Surakarta (BPPIS) Bambang Mintosih, banyak hal yang didapat bila mana BTM masuk menjadi agenda nasional. Selain lebih profesional dalam pengelolaan, pariwisata di Kota Solo dan sekitarnya akan lebih terkenal karena peserta yang hadir lebih beragam dan lebih banyak, dari berbagai daerah dan luar negeri.
"Harapan kami, tiga tahun lagi atau pada penyelenggaraan ke enam yang akan datang, BTM yang kini digelar Asita dan didukung Pemkot dalam pendanaan sudah masuk menjadi agenda nasional," kata dia di sela-sela BTM di The Sunan Hotel Solo.
Sebanyak 98 buyer dari berbagai daerah dan manca negara serta 60 seller lokal bertemu di BTM, yang digelar 29 April hingga 1 Mei. Pertemuan yang digelar dalam format round table itu memudahkan mereka untuk saling bertukar informasi sekitar dunia pariwisata.
"Format BTM kali ini memang kami ubah dari sebelumnya. Dalam format baru, para seller yang berkeliling dari meja ke meja menemui masing-masing buyer yang menunggu," tambah Soeharto, ketua Asita Solo sekaligus ketua panitia.
Lebih lanjut Bambang Mintosih mengatakan, jika BTM menjadi agenda nasional maka para buyer yang datang harus bayar dan menanggung sendiri seluruh akomodasi dan penginapan. Tidak seperti sekarang ini, dimana para buyer digratiskan dan penginapan ditanggung panitia. Pihak panitia hanya menarik kontribusi dari para seller lokal yang nilainya sekitar Rp 700.000.
Sangat Mendukung
"Kami berharap, nantinya BTM bisa menjadi pasar wisata besar yang pesertanya dari berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri. Jadi, bagi para travel agent yang ingin mengetahui destinasi wisata di berbagai daerah cukup datang ke Solo," tambah Soeharto.
Sementara itu, para pelaku bisnis perjalanan wisata atau travel agent dari berbagai daerah atau luar negeri yang menjadi buyer sangat mendukung rencana BTM masuk menjadi agenda nasional. Mereka juga tidak keberatan jika nantinya ditarik kontribusi oleh panitia.
"Tidak masalah kalau kami ditarik kontribusi, wong pasar wisata di tempat lain saja kami harus bayar," kata Tetra Budiarto, dari Gemilang Wisata Bogor.
Tetra mengaku sudah dua kali ikut BTM. Alasannya, sebagian besar wisatawan yang dikelola bertujuan ke Solo atau daearah lainnya di Jateng. "Dari BTM ini, kami bisa memperoleh banyak infomasi. Di Solo, banyak hotel baru, fasilitas baru, tempat kuliner baru, dan destinasi wisata baru," ujarnya.
( Langgeng Widodo / CN26 / JBSM ) SUARA MERDEKA

Peran Swasta Masih Terpinggirkan


Semarang, CyberNews. Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemprov Jateng. Hanya saja peran swasta dalam memajukan pariwisata masih terpinggirkan.
''Selama ini ada keluhan dari swasta bahwa mereka hanya sekedar pelengkap derita. Misal ada kunjungan dan promosi ke luar negeri, 90 persen itu malah dari sektor pemerintah dan swasta hanya 10 persen. Berarti suara swasta belum begitu terdengar,'' ungkap Direktur Eksekutif Budi Santoso Foundation (BSF) Adi Ekopriyono, Senin (9/5), di sela workshop pariwisata di kantor BSF Ruko Pandanaran Kav 6 No 14.
Kegiatan itu difasilitasi BSF bersama GIZ Jerman. Hadir dalam acara itu Ketua Kadin Jateng Solichedi, Ketua Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng Heru Isnawan, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jateng Handoyo K Setiadi, Kadin Solo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Asita Jateng dan perwakilan biro travel.
Adapun workshop tersebut merupakan kelanjutan dari hasil survei dan studi banding terhadap pembangunan dan pengembangan ekonomi Jateng di sektor pariwisata. Diharapkan workshop tersebut mampu mengangkat peran dan memberdayakan sektor swasta. Disini peran swasta sangat besar dalam memajukan pariwisata. Dimanapun di daerah yang sudah maju pariwisatanya, peran swasta sangat menonjol.
''Yang memiliki usaha pariwisata itu kan swasta. Ada pengusaha hotel, pemilik homestay, operator pariwisata, travel agent, pelaku bisnis bidang pariwisata, pengusaha angkutan, pemilik restoran, dan berbagai bisnis lainnya yang mensupport pariwisata,” imbuhnya.
Lebih jauh Adi mengatakan, bahwa merekalah yang meramaikan dan memajukan pariwisata. Sedangkan pemerintah sendiri berperan sebagai pembuat regulasi dan memfasilitasi saja. Sejauh ini, menurutnya, pemahaman Pemprov Jateng akan pariwisata belum sepenuhnya berpihak pada sektor swasta.
Hal itu bisa dilihat dari cara pandang politik geografis stakeholder terkait. Sementara itu, Senior Advisor GIZ Rino Sa'danoer menyebutkan, workshop itu digelar untuk mengetahui apa yang diinginkan stakeholder terhadap peningkatan daya saing wisata di Jateng. ''Dari workshop ini selain apa yang diinginkan kita juga tahu tindakan apa yang diperlukan dan dibutuhkan Jateng,'' ungkap Rino.
Keterlibatan dan kerjasama yang baik di antara stakeholders yang terditi dari, industri pariwisata, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat lokal dan wisatawan mutlak diperlukan agar pariwisata dapat berkelanjutan. Melalui suatu instrumen yakni metode compass, akan tercapai rumusan partisipatif yang lebih mendekati realitanya. Rumusan hasil ini nantinya akan digunakan sebagai action plan. Yakni, masukan bagi pemerintah dalam menyusun kegiatan-kegiatan yang didanai APBD dan berhubungan dengan pengembangan pariwisata.
( Hartatik / CN27 / JBSM  SUARA MERDEKA

Jakarta Jadikan Wisatawan Semarang Sasaran Empuk


Semarang, CyberNews. Wisatawan dari Semarang dan sekitarnya rupanya menjadi sasaran empuk bagi Provinsi DKI Jakarta untuk mendongkrak tingkat kunjungan pariwisata di ibukota.
Melalui roadshow Jakarta Tourism Expo (JTE) yang kali kedua ini digelar di Semarang, acara ini diharapkan mampu meraup transaksi hingga Rp 1,5 miliar atau naik dari penyelenggaraan pertama yang hanya sekitar Rp 1,3 miliar.
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Tinia Budiati mengungkapkan, tahun ini JTE digelar di tiga kota yakni Semarang, Surabaya dan Medan. Sedikitnya 30 industri pariwisata dari Jakarta dilibatkan. JTE juga didukung langsung oleh PT Garuda Indonesia.
Dalam konferensi persnya di Hotel Novotel Semarang, Kamis (28/4), Tinia menilai, aksesibilitas kota Lunpia ke Jakarta sudah sangat mudah mengingat frekuensi akses penerbangan cukup banyak dari berbagai maskapai.
"Kami ingin jemput bola apalagi sebentar lagi akan ada liburan panjang. Dengan beragam destinasi wisata serta paket-paket yang murah kami berharap kegiatan kepariwisataan bisa mendorong laju perekonomian," ujar Tinia.
Hadir pula dalam acara ini General Manager Garuda Indonesia Cabang Semarang Rosyinah, serta perwakilan dari Sea World Indonesia Indra Dharmawan, Water Bom Jakarta, Merry W serta perwakilan pehak perhotelan.
JTE sendiri akan berlangsung di atrium Mal Paragon mulai Jumat (29/4) ini hingga Minggu (1/5). Sembilan biro perjalanan wisata lokal di Semarang telah digandeng untuk bisa ikut menjual paket-paket wisata "Enjoy Jakarta" dengan paket mulai dari Rp 250 ribu.
Mulai dari transportasi dari bandara, menuju ke hotel, rekreasi, belanja dengan harga khusus bisa dinikmati wisatawan. Ada 18 hotel di Jakarta yang siap memberikan kenyamanan selama program berlangsung."Ada 20 stan di Paragon untuk memudahkan warga Semarang membeli pasket wisata khusus JTE 2011 dan kemudahan membeli tiket Garuda ke seluruh tujuan," terangnya.
Berbagai obyek wisata sudah bersiap menerima kunjungan wisatawan "Enjoy Jakarta". Mereka antara lain, Ancol, TMII, Sea World, destinasi wisata pesisir, edukasi dan sejarah serta pusat belanja.
( Modesta Fiska / CN14 / JBSM ) SUARA MERDEKA

Dinas Pariwisata DIY Kembali Gelar JTM II


Yogyakarta, CyberNews. Untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta dan Jateng, Dinas Pariwisata Provinsi DIY akan menyelenggarakan Jogja Travel Mart (JTM) yang kedua di Hotel Hyatt tanggal 6-8 Mei 2011.
Menurut Tazbir SH, MHum, Kepala Dinas Pariwisata DIY, dengan didampingi Edwin dari ASITA DIY dan Zulkarnaen dari PHRI DIY, kegiatan ini akan dihadiri lebih dri 115 buyers yang berasal dari 11 negara dengan 65seller hotel dan travel agent yang mayoritas dari Yogyakarta.
"Kegiatan ini dalam recovery Pariwisata DIY pascaerupsi Merapi. JTM I kita selenggarakan tahun lalu di Hotel Sheraton, ketika itu kita mampu mendatangkan 80 buyers dari delapan negara," kata Tazbir, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Selasa (3/5) siang tadi.
Kali ini, kita akan mendatangkan 115 buyers yang berasal dari 11 negara, antara lain Amerika Serikat, Belanda, Thailand, Jepang, Hongkong, Korea, Arab Saudi dan masih banyak lagi lainnya. "Semua negara tersebut, sama-sama sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir," katanya.
Lebih lanjut Tazbir mengatakan, yang dijual dalam JTM adalah paket tour dan tahun ini unggulannya paket tourMerapi dan desa wisata terutama aktivitas di desa.  "Dengan digelarnya acara ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke DIY serta meningkatkan lama tinggal (Length of Stay) wisatawan," katanya.
Sedangkan Edwin Ismedi Himna, Ketua ASITA  (Association of The Indonesian Tours and Travel Agences) mengatakan, peserta terbanyak mayoritas dari negara tetangga. Yaitu Singapura 26 peserta, Malaysia 18 peserta, Thailand 10 peserta, Belanda 20 peserta, China 10 peserta, Jepang tiga peserta, Saudi Arabia lima peserta, Hongkong empat peserta dan Amerika satu peserta.
Di samping itu juga ada media asing yang memastikan untuk meliput, yakni dari Jepang, Belanda, China, Hongkong, Malaysia dan Singapura. "Jadi kegiatan ini juga akan diliput wartawan dari berbagai negara," katanya.
Menurut Edwin, di DIY desa wisata yang sudah layak jual baru ada 10 desa dan kebanyakan di Kabupaten Sleman dan Bantul. Hal ini karena terkait dengan sumber daya alam, sumber daya manusia, pendukung dan akses jalan. Yang menjadi kendala untuk mempromosikan pariwisata di Yogyakarta selama ini, menurut dia, Yogyakarta belum bisa berdiri sendiri dan masih tergantung dengan Bali terutama di airportnya.
Sementara itu, Koordinasi Promosi PHRI (Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia) Zulkarnain mengatakan, kegiatan ini melibatkan semua hotel di Yogyakarta, terutama hotel bintang lima, empat, tiga dan sebagian bintang dua.
( Sugiarto / CN31 / JBSM ) SUARA MERDEKA

Efektif, Promosi Wisata dengan Undang Agen Perjalanan


Solo, CyberNews. Upaya mempromosikan potensi pariwisata dengan cara mendatangkan travel agent dan awak media dari lain daerah atau lain negara, dinilai efektif untuk mendatangkan wisatawan. Sebab promosi yang dilakukan bisa tepat sasaran.
General Manager Garuda Indonesia Branch Office Surakarta Sjamsuddin mengungkapkan, dengan mengundang travel agent dan awak media, promosi wisata yang dilakukan bisa maksimal.
"Agen perjalanan dan awak media bisa melihat langsung, potensi apa yang dimiliki suatu daerah. Mereka bisa merasakan langsung," kata Sjamsuddin, mengomentari tentang kedatangan sejumlah agen perjalanan dan awak media dari Beijing, China beberapa waktu lalu.
Artinya, mereka bisa menceritakan lebih riil tentang daerah yang mereka kunjungi, kepada calon wisatawan yang berminat untuk berkunjung ke daerah tersebut. "Selain itu, dari segi biaya juga efektif. Coba kalau kita yang promosi ke luar negeri. Selain ongkosnya besar, juga belum tentu tepat sasaran," katanya.
Sjamsuddin mengatakan, saat mengundang agen perjalanan dan awak media ke Solo, pihaknya dibantu KBRI di China dan perwakilan Garuda Indonesia yang ada di Beijing.
Dari mereka, diketahui agen perjalanan mana yang sering melayani wisatawan dari negeri tirai bambu itu ke negara-negara Asia. "Sehingga yang kami undang betul-betul sudah terseleksi. Mereka agen perjalanan yang pangsa pasarnya sudah jelas," tandasnya.
Menurutnya, pihaknya tidak akan bosan untuk "menjual" potensi wisata yang ada di Solo, sebagai salah satu upaya membantu pemerintah meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan.
Rencananya pada bulan Mei ini atau Juni mendatang, Garuda akan mengundang kembali tamu dari Osaka, Jepang untuk berkunjung ke Solo dalam rangka mempromosikan potensi wisata di kota bengawan. "Ke depan, rencananya juga ada tamu dari Australia. Tapi waktunya belum tahu. Yang jelas, kami bersinergi dengan program Pemkot Surakarta dalam menjual potensi Solo," imbuhnya.
( Irfan Salafudin / CN33 / JBSM ) SUARA MERDEKA

Angkat Citra Pariwisata Jateng, Dibentuk FP3JT


Semarang, CyberNews. Atas prakarsa dan inisiasi dari pelaku dan pemerhati pariwisata Jateng yang difasilitasi Budi Santoso Foundation (BSF), Forum Pelaku dan Pemerhati Pariwisata Jawa Tengah (FP3JT), hari ini (20/5), terbentuk. Forum tersebut bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mengangkat citra pariwisata menuju Visit Jateng Year 2013.
Direktur Eksekutif Budi Santoso Foundation (BSF) Adi Ekopriyono mengatakan, dari serangkaian diskusi dan seminar yang digelar bersama GIZ Jerman disimpulkan tiga faktor penghambat perkembangan industri pariwisata di Jateng. Salah satunya adalah kurangnya dukungan lembaga keuangan dalam memberikan kemudahan pembiayaan bagi UMKM sektor pariwisata, perpajakan, dan fasilitas perbankan masih minim.
"Kita perlu membentuk forum atau paguyuban. Forum ini semacam pressure group untuk memberikan masukan, kritik dan saran kepada pemerintah," ungkap Adi dalam diskusi Menggagas FP3JT, Jumat (20/5), di Hotel Dafam.
Lebih lanjut, agar proses pembentukan lebih efektif, para peserta diskusi menyepakati akan mengadakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan rutin ini nantinya akan menyusun program pengembangan pariwisata dan kajian-kajian terhadap kebijakan pemerintah.
Ke depan, menurut Adi, pembentukan forum itu bertujuan menjadi wadah aspirasi bagi para pelaku dan pemerhati pariwisata Jateng.
Adapun keaktifan forum tersebut nantinya diharapkan bisa meningkatkan daya saing wisata Jateng, yang pada akhirnya bermuara pada pelestarian budaya, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jateng. Diskusi tersebut diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan pembentukan FP3JT.
Mereka yang sepakat diantaranya dari unsur Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Ikatan Pengusaha Jasa dan Perlengkapan Pesta (Ikapesta), PT Angkasa Pura, Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies (ASITA), Kadin, Pokdarwis, PT KAI, Paguyuban Pelaku Wisata (PPW), Dewan Pariwisata Indonesia (Depari), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Indonesia Marketing Association (IMA), Asosiasia Wisata Agro Indonesia (AWAI), Asosiasi EO, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Jateng Promo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Stiepari, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Asosiasi Ekportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi), Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng.
( Hartatik / CN33 ) SUARA MERDEKA

BERITA KOMPAS