Jogja Antique

Sunday, November 7, 2010

Wawancara dengan Beberapa Pengungsi Merapi di Posko UNY


Menjelang siang aku mengambil beberapa gambar di tempat pengungsian, ada tempat untuk tidur dan aktifitas di dalam GOR UNY, ada tempat ibadah di Pojok GOR, di sampingnya ada posko kesehatan, MCK, ada dapur umum dan ada ruangan khusus untuk penerima pengungsi ( resgitrasi) dan penerima logistik di pintu depan menghadap ke arah Samirono


Pengungsi sebuat saja mbah tono mengatakan bahwa dia adalah warga cangkringan, tadinya mengungsi di UII namun karena listrik mati maka airpun mati sehingga memutuskan untuk ikut pindah menugungsi. Pengungsi lain sebut saja mbah marjo mengatakan klo beliau merupakan eksodus dari Barak Pengungsi di Stadion MaguwoHarjo. Disana sudah terlalu penuh sehingga perhatian kepada pengungsi mencapai titik yang kurang baik sehingga memutuskan untuk ikut pindah ke GOR UNY.

 Menjawab pertanyaan, kapan akan kembali ke atas ( baca rumah mereka), dijawab bahwa mereka lebih cinta nyawanya daripada ternak dan harta benda. Sehingga memutuskan ikut saran dari pemerintah saja. Semakin siang kondisi makin panas. Aku merasakan sesak di dada, entah karena debu yang gak sengaja masuk ke hidung atau karena sugesti bahwa debu itu mengakibatkan penyakit pernafasan.
Aku memutuskan untuk sementara refresing dan keluar dari barak menuju toko buku. Sebenarnya masih ada agenda ke barak lain dan sekedar wawancara dengan para ahli geologi dinamik d Geologi UGM, namun nampaknya aku belum berhasil kontak mereka. Cerita masih bersambung dan masih sangat menarik.....


.




BERITA KOMPAS