Jogja Antique

Sunday, April 11, 2010

Donor Darah Itu Menyelamatkan Nyawa Ibuku

Sejak tahun 2002 aku rajin donor darah, minimal 1 tahun sekali. Kadang 2 atau 3 kali. Yang jelas setiap Hari Ulang Tahun Kapala AMPTA, organisasi keluarga pecinta alam yang kudirikan bersama-sama temen-temen mahasiswa AMPTA pada tahun 2000, kami selalu menyelenggarakan donor darah. Termasuk hari ini dan besuk juga akan diadakan donor darah bekerja sama dengan PMI Sleman dalam rangka Lustrum 2 Kapala AMPTA.

Kegiatan ini tidak hanya berhenti setelah donor selesai, namun kami dan teman-teman menyusun database pendonor, kami catat nama, alamat, kontak telpon dan juga golongan darahnya, sehingga apabila sewaktu-waktu ada yang butuh darah cepat dan stok di PMI habis, kami dapat menghubungi pendonor yang cocok untuk diantar ke PMI dan bertemu dengan keluarga pasien yang memembutuhkan.

Tentu saja ini bukan bisnis, tetapi sosial. Siapa saja yang membutuhkan dan kami bisa membantu, akan kami bantu dengan semaksimal mungkin. Bahkan klo perlu lebih dari itu. Pengalaman di tahun 2006, ibuku sakit di jogja. Karena mau operasi membutuhkan darah banyak. Stok PMI habis, stok pendonor di kapala kurang, sehingga teman-teman kapala mengerahkan anggotanya untuk keliling mapala se UGm raya dan juga calling temen-temen yang pernah bareng jadi relawan di aceh untuk datang ke RS Sarjito menjadi pendonor untuk Ibuku.

Terima kasih Kapala, terima kasih kawan-kawan dan terima kasih semua yang telah membantu ibu. Beliau sekarang telah meninggalkan kita semua, namun aku yakin, beliau akan tersenyum gembira melihat teman-teman hari ini dan besuk masih mendonorkan darahnya untuk masyarakat. Tetap Semangat, dan Jayalah Kapala Ampta.

BERITA KOMPAS