Jogja Antique

Monday, May 17, 2010

MENYIAPKAN PADI UNTUK BERAS

Padi adalah makanan pokok untuk negara-negara di asia tenggara dan selatan. Padi memiliki varietas yang berlimpah yang memberikan rasa yang berbeda dan cukup memberi variasi rasa untuk menghilangkan kejenuhan rasa.

Saat ini, dengan konsepsi revolusi pertanian, padi yang dikembangkan berumur pendek dan cepat menghasilkan. Rata-rata umur padi adalah 3 hingga 4 bulan dan dalam setahun dapat berproduksi 3 kali periode. Namun, singkatnya usia padi, terkait dengan rasa padi yang kurang enak dan mungkin beras yang dihasilkan sangat cepat basi.
Rasa yang tidak enak dan beras yang cepat basi dihasilkan oleh kondisi:

1. padi di panen sebelum padi benar-benar tua. Alasan panen lebih cepat disebabkan oleh kondisi padi dimana padi yang berumur pendek biasanya buahnya pun mudah berguguran saat matang. Jika menunggu padi benar-benar matang, dikhawatirkan buah padi yang diperoleh menjadi sedikit.

2. Padi mengalami lembab saat penyimpanan. Pada saat panen raya, perusahaan slip beras memperoleh banjir biji padi. Ini menjadikan padi harus disimpan terlebih dahulu. Atau dapat saja terjadi dimana padi harus masuk ke gudang sementara penjemuran harus dilakukan. Padi harus cukup kering saat masuk ke dalam mesin slip agar proses peretasan dedak berlangsung cepat dan proses pemisahan dedak dan padid apat berlangsung cepat dan bersih.

3. Biji beras mengalami pergesekan terlalu banyak dan biji beras kurang keras. Pergesekan ini menyebabkan adanya pori-pori yang menjadikan air kelembaban dapat masuk ke dalam biji beras.

Untuk memperoleh beras yang baik, biasanya terjadi melalui:

1. Pemanenan padi yang memang sudah tua.

2. Penyimpanan padi di dalam gedung yang menghindarkan biji padi dari lembab.

3. Penjemuran beberapa kali biji padi hingga padi benar-benar kering sebelum masuk mesin slip beras.

4. Pengemasan beras dalam paket-paket karung sebelum didistribusikan. Paket-paket kecil akan mengurangi jumlah pergesekan biji beras saat dilakukan penjualan ulang di toko-toko.

Selain itu, padi yang dihasilkan melalui pupuk alami menghasilkan rasa yang lebih enak daripada padi yang dipupuk dengan pupuk buatan.

BERITA KOMPAS