Jogja Antique
Showing posts with label Panjat Tebing siung Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Panjat Tebing siung Yogyakarta. Show all posts
Thursday, February 17, 2011
Tebing Siung Yogyakarta, Surganya Para Pemanjat
Tebing siung selalu menjadi tujuan para pemanjat di daerah istimewa yogyakarta, jawa tengah dan sekitarnya. Untuk informasi lebih detail dan akurat kunjungi http://tebingsiung.blogspot.com/
Sunday, July 19, 2009
Tebing Siung Untuk Referensi Pemanjat Indonesia
Jumat Kemaren sepulang kerja aku langsung menuju Tebing Siung di Gunungkidul Yogyakarta. Setelah sekian lama tidak mengunjungi pantai selatan, hari itu memang aku punya kepentingan yaitu mengunjungi temen-temen atlet yang lagi pemusatan latihan di Tebing Siung. Sampai di Jalan aku ketemu rombongan dari KONI Sleman yang terdiri 4 orang yaitu Pak Andi dan Pak Bandiyanta ( Binpres ) + Pak Joko Saptono ( Humas ) dan Mas Jito dari Harian Bernas Jogja.
Setelah menyempatkan berhenti dan ngobrol sebentar, akhirnya aku melanjutkan perjalanan dan tiba di Pantai Siung tepat Pukul 17.30 WIB. Supaya tidak merepotkan temen-temen aku gak langsung menuju pondok namun mampir dulu di warung persis sebelah pondok untuk makan sore. Kebetulan siangnya aku sengaja gak makan, agar makan berlauk ikan lautnya puas. Dan terbukti sekali, selain asik makan disana juga murah. Aku makan berlauk ikan laut dan bersayur dan bernasi ambil sendiri ditambah teh hangat cuma 5000 rupiah. Wow... padahal aku juga diperbolehkan ambil lauk yang tersedia di meja. Sungguh masih kekeluargaan banget masyarakatnya di Siung.
Malam harinya ngobrol bareng ama temen-temen pemanjat, sambil bakar ikan laut. Temen-temen beli pagi harinya dan kata mereka sangat murah membeli di tempat pelelangan langsng dari kapal nelayan. Sementara istirahat malam, pagi hari aku bangun lebih dini, ketika yang lain masih pulas aku menyempatkan jalan-jalan naik ke tebing. Jalur tdak banyak berubah, hanya mungkin agak disayangkan, bekas pemanjat yang membuat camp di tempat pemanjatan menyebabkan sampah disana. Sungguh di sayangkan. Papan berisi petunjuk dan Etika Panjat Tebing juga sudah mulai lapuk di makan usia.
Kupikir masih cukup dan sangat layak buat para pemanjat yang ingin berlibur sekedar hobi maupun yang sedang latihan untuk mencoba jalur sport. Yah masih sangat layak. Bagi yang mau mencoba dipersilahkan berkunjung ke sana. Untuk referensi jalur pemanjatan dilahkan klik disini
Semoga ada manfaatnya
salam

Setelah menyempatkan berhenti dan ngobrol sebentar, akhirnya aku melanjutkan perjalanan dan tiba di Pantai Siung tepat Pukul 17.30 WIB. Supaya tidak merepotkan temen-temen aku gak langsung menuju pondok namun mampir dulu di warung persis sebelah pondok untuk makan sore. Kebetulan siangnya aku sengaja gak makan, agar makan berlauk ikan lautnya puas. Dan terbukti sekali, selain asik makan disana juga murah. Aku makan berlauk ikan laut dan bersayur dan bernasi ambil sendiri ditambah teh hangat cuma 5000 rupiah. Wow... padahal aku juga diperbolehkan ambil lauk yang tersedia di meja. Sungguh masih kekeluargaan banget masyarakatnya di Siung.
Malam harinya ngobrol bareng ama temen-temen pemanjat, sambil bakar ikan laut. Temen-temen beli pagi harinya dan kata mereka sangat murah membeli di tempat pelelangan langsng dari kapal nelayan. Sementara istirahat malam, pagi hari aku bangun lebih dini, ketika yang lain masih pulas aku menyempatkan jalan-jalan naik ke tebing. Jalur tdak banyak berubah, hanya mungkin agak disayangkan, bekas pemanjat yang membuat camp di tempat pemanjatan menyebabkan sampah disana. Sungguh di sayangkan. Papan berisi petunjuk dan Etika Panjat Tebing juga sudah mulai lapuk di makan usia.
Kupikir masih cukup dan sangat layak buat para pemanjat yang ingin berlibur sekedar hobi maupun yang sedang latihan untuk mencoba jalur sport. Yah masih sangat layak. Bagi yang mau mencoba dipersilahkan berkunjung ke sana. Untuk referensi jalur pemanjatan dilahkan klik disini
Semoga ada manfaatnya
salam
Subscribe to:
Posts (Atom)