Jogja Antique

Tuesday, May 4, 2010

Stella Florentia Hutajulu dan Albertus Yose Satriya Kurnia Jati sebagai Denok - Kenang 2010.

Jawaban Denok - Kenang Sering Tak Nyambung
TAHAPAN seleksi yang digelar panitia berhasil mengerucutkan 20 finalis Denok - Kenang Semarang menjadi 10 besar. Sayangnya hal itu tak menjamin mereka yang masuk sepuluh besar memiliki kualifikasi seperti yang diharapkan. Simak saja jawaban yang dilontarkan pasangan Denok nomor peserta 35 dan Kenang bernomor 36. Dalam bahasa Inggris, pembawa acara melontarkan pertanyaan seputar kiamat 2012.

Tanpa menunggu waktu lama si finalis Denok langsung menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat. Anehnya, jawaban yang dilontarkan tak sedikitpun terkait dengan kiamat. Dia justru menjelaskan panjang lebar seputar potensi pariwisata yang dimiliki Kota Semarang. Hal serupa juga terjadi pada si calon Kenang. Agaknya keduanya tak sedikitpun paham bahasa Inggris.

Jika pasangan peserta Denok nomor 35 dan Kenang 36 tak paham bahasa Inggris, tidak begitu dengan pemilik nomor 26. Pertanyaan sederhana tentang potensi lokal yang disampaikan dalam bahasa Indonesia, dijawabnya dengan menggunakan bahasa Inggris. Bisa jadi dia berniat untuk menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris.

Sayangnya bukan tepukan tangan yang didapat, melainkan justru teriakan bernada mencemooh. Pasalnya di tengah-tengah penjelasan, dia tiba-tiba terdiam cukup lama. Usut punya usut ternyata peserta yang satu itu lupa beberapa terjemahan kata dalam bahasa Inggris. Sontak saja teriakan ‘huuu’ terdengar keras dari para penonton. “Makanya nggak usah gaya,” celetuk seorang penonton.
Peserta Grogi Teriakan itu bukan hanya diterima finalis Kenang bernomor 26, tetapi juga nomor 30. Berada di atas panggung ternyata membuat peserta yang satu ini grogi.

Alhasil pertanyaan seputar penggunaan gadget pun tak sedikitpun dijawabnya. Yang terdengar hanyalah suara, ”ehm...” penggunaan gadget menurut saya... ehm!Setelah itu diapun terdiam sampai batas yang ditentukan untuk menjawab pertanyaan habis.

Memang tak semua peserta melontarkan jawaban konyol. Seperti pasangan finalis Denok - Kenang nomor 16 dan 23. Pertanyaan yang diberikan seputar tindakan yang akan dilakukan ketika mendapat kesempatan untuk kembali ke masa lalu. Si calon Denok memilih untuk melakukan sesutu yang terbaik untuk hidupnya. Sementara Kenang berniat melakukan sesuatu yang membanggakan orang tua. Meski standar, paling tidak tak ada kekonyolan dalam jawabannya.

Setelah penilaian lima dewan juri, Benita Eka Arijani (pelaku pariwisata), Eko Hari Mudjiharto (Sekretaris Redaksi Suara Merdeka), Nita (Bokor Kencono), Elfa Reta (mewakili kepribadian) dan Eko Maruti (bidang pariwisata), akhirnya terpilih Stella Florentia Hutajulu dan Albertus Yose Satriya Kurnia Jati sebagai Denok - Kenang 2010.

Juara kedua jatuh pada pasangan Sintia Agnes dan Rochmad Setiawan. Sementara juara ketiga berhasil diraih Elisabeth Rona Yuanita dan Akbar Prabowo. Dalam acara itu juga diberikan penghargaan pada 10 model binaan Totok Sahaq modeling yang telah memiliki prestasi di tingkat nasional. Selain itu juga dimeriahkan dengan fashion show rancangan sejumlah desainer Semarang seperti Elkana Gunawan, Inav, Pinky Hendarto, Susan Budihardjo, Evelin Textile and Tailor dan batik Danar Hadi. (Roosalina)
sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/05/03/107933/Jawaban-Denok-Kenang-Sering-Tak-Nyambung-

BERITA KOMPAS