Jogja Antique

Friday, December 11, 2009

NASI PINDANG KUDUS ; Daging Kerbau yang Manis dan Empuk

KUDUS tak hanya terkenal dengan jenangnya, tapi juga makanan khas yang dikenal luas, yaitu Pindang Kebo. Makanan ini tak lain adalah, nasi dengan kuah santan dan daging rebusan.
Bedanya dengan kuah-kuah lain seperti gulai, kuah nasi pindang ini berwarna coklat kehitam-hitaman karena adanya bumbu kluwak atau kluwek. Selain itu ada daun so atau daun melinjo yang direbus bersama kuah.Yang khas dari nasi pindang Kudus adalah, menggunakan daging kerbau atau orang Jawa sering menyebut kebo. Selain daging, juga ada gajih atau lemak yang membuat cita rasa nasi pindang menjadi khas.Rasanya selain nikmat, juga mantap karena daging kerbau memiliki serat tebal dan lebih berat dikunyah. Untuk menikmati makanan khas Kudus ini, penikmat kuliner memang harus susah payah ke Kudus bila menghendaki cita rasa sejati. Umumnya di luar Kota Kudus, nasi pindang Kudus bukan menggunakan daging kerbau, melainkan sapi. Karena menggunakan daging kerbau, aromanya pun jadi khas. Dagingnya agak kemerahan dan gurih.Ada ceritanya mengapa nasi pindang Kudus menggunakan daging kerbau. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, pada saat penyebaran agama Islam di Kudus oleh Sunan Kudus, masyarakat muslim diminta agar tidak menyembelih sapi di Kudus untuk menghormati masyarakat yang kala itu masih banyak menganut agama Hindu. Maklum, sapi di masyarakat Hindu saat itu dikeramatkan. Dari sinilah, sampai sekarang imbauan itu masih ditaati oleh masyarakat Kudus. Mereka (masyarakat) boleh saja memakan daging sapi, asal disembelih di luar kota Kudus.Adalah Edi Darmo Saputro, pewaris resep pindang kebo kudus yang tersohor. Dia merupakan generasi kedua dari pasangan mbah Darmo-Marni yang sejak puluhan tahun berdagang nasi pindang kebo asli Kudus. Kini Edi dan istrinya, Hidayah meneruskan dagang masakan Pindang Kebo di Pondok Makan Taman Bojana Alun-alun Kudus. Selain Edi, banyak pula pedagang serupa yang mangkal di kompleks Pujasera tersebut. Selain masakan pindang, ada pula soto kerbau.Nasi pindang kerbau umumnya disantap panas-panas di atas piring yang dilambari (didasari) daun pisang.Penambah cita rasanya yakni kecap manis, sambal ulek lombok rawit dan bawang merah goreng. Kelezatan pun bisa dikecap lidah apabila menikmatinya dengan kerupuk kulit (rambak). Penikmat kuliner juga bisa menambahkan lauk jeroan goreng, seperti limpa, babat, paru, ginjal dan iso (usus).Gorengan otak campur telur juga disajikan untuk lauk. Rasanya, orang bilang top markotop.Penasaran dengan Pindang Kerbau ?, datang saja ke Kudus. Untuk ke Pondok Makan Taman Bojana, hanya ditempuh beberapa langkah saja dari alun-alun. Terletak di sebelah kantor Bupati Kudus. (Chandra AN)-c

BERITA KOMPAS