Jogja Antique

Tuesday, September 21, 2010

Alasan Sopir Taksi Melarikan Diri dan tidak mau dibayar

Kepergian sopir taksi setelah mengantarkan proses kelahiran ke UGD menimbulkan banyak spekulasi dan prediksi, dianataranya :
1. Sopir taksi itu begitu ketakutan melihat orang yang mau melahirkan di dalam taksinya, sehingga takut trauma. Karena itu dia pergi meninggalkan tempat secepat mungkin.
2. Sopir taksi itu mengenal istriku, namun karena dalam proses melahirkan, istriku tidak ingat, apakah dia mengenal sopir taksi itu atau tidak.
3. Menurut kepercayaan para sopir, mendapatkan penumpang yang mau melahirkan adalan pertanda akan mendapar rezeki besar pada hari itu, maka sopir taksi itu merelakan uang/ongkos taksi tidak dibayar.

Entah mana yang benar yang jelas, sopir taksi itu telah menolong dan berusaha sebaik mungkin membantu kami. Untuk itu saya sampaikan salam hangat dari keluarga dan si kecil yang lucu.
Semoga ada manfaatnya

Sunday, September 19, 2010

Sopir Taksi Itu Melarikan Diri Atau Takut?

Pukul 2 dinihari aku meluncur ke rumah sakit. Jejakan Kaki Anakku pada rahim ibunya semakin keras, seakan sudah tidak sabar ingin segera melihat dunia. Dengan mengendarai motor andalan transportasiku, akhirnya sampai juga di tempat persalinan. Namun kata bidan yang meriksa, istriku belum mau melahirkan, hanya kecapekan saja.

Dalam kepanikan, taksi yang berhenti dilampu merah itu kudekati dan kuajak ke rumah. Segera istriku masuk ke dalamnya dan aku mengikuti di belakang. Taksi itu berjalan begitu cepat, ada beberapa lampu merah yang dilewati tidak digubris, taksi tetap melaju kencang. Speedometer motorku menunjukkan angka 80 km/jam. Edan... taksi itu benar2 ngebut di tengah kota jogja.

Proses pendaftaran begitu cepat, pak sopir taksi membantu membawa barang-barang istriku masuk UGD...

Tak lama setelah itu, sopir taksi itu keluar, dan aku segera menyusul untuk membayar ongkos taksi. Namun betapa kaget karena kulihat taksi sudah memutar ke arah luar parkiran, segera kukejarlah taksi itu di depan jalan raya. Namun Pak Sopir Taksi itu hanya membuka jendela kaca pintu depan, lalu mengacungkan jempolnya. ALIAS TIDAK MAU DIBAYAR.

Banyak spekulasi dan prediksi yang diajukan oleh keluarga dan teman-teman, tentang larinya sopir taksi setelah mengantar ke rumah sakit... lanjut di bag 2..

Saturday, September 18, 2010

Kaka Karisna Sholat Idul Fitri di Masjid Mujahidin



Kaka Ikut Sholat Idul Fitri Yang Kedua Bersama ibu dan tantenya. Kaka yang biasanya jalan ke sana ke mari klo diajak sholat, kali ini sangat khusuk dan setelah selesai sholat justru nanya ama mamahnya, kok temen2ne banyak yang nangis dan yang jalan-jalan. hedew.... 

Adika Putra Karisna 18 September 2010 pukul 09.50