Jogja Antique

Sunday, December 2, 2007

Antique Austin Toddler Bed

Today's Tot Austin Toddler Bed The Austin Toddler Bed from Today's Tot will help keep any little boy or girl snug as a bug with its intimate wood design. It is the perfect toddler bed as it provides a transition between crib and adult bed. The child will feel comfortable in any Today's Tot Toddler Bed and the Austin bed will accommodate them beautifully. The fantastic finish on the toddler bed gives it a classic look suitable for any nursery design. The Austin bed is an investment for the family. Because of a birch wood design it will span the generations. It features a clean, simple finish and comes in a variety of colors. The Todays Tot toddler bed can accept a child up to 50 lbs, which is the perfect weight to begin using an adult bed. The toddler bed is set apart from other wood beds because it has removable guard rails to accommodate a growing child. The Austin bed is a classic beauty. It provides an aesthetically pleasing piece to the nursery. To treat the wood, use a good grade non-toxic furniture polish.
BUY NOW

Antique Waterloo Table and 2 Chair

Today's Tot Waterloo Table & 2 Chair Set It has become commonplace to see the nursery or child's playroom decorated just like mom and dads. Nursery furniture and baby furniture have become as high end as furniture found in the living room. The Today's Tot Waterloo Table & 2 Chair Set is one of the pieces that looks as if it was designed for mom or dad. This child table and chair set features durable, Asian hardwood construction to give it longevity. Other table and chairs feature particleboard or MDF which is both cheaper and less durable than Today's Tot. It features a protective finish to give it an outstanding look which will work well in any nursery. This children's table and chair set from Today's Tot is a stylish piece of nursery furniture which simple, yet sophisticated. The Waterloo Table & 2 Chair set uses expert craftsmanship to provide the child with a play area suitable for any room of the home. It is one of the few kid table and chair sets to feature a drawer for storage. The drawer slides in and out easily and is perfect for storing crayons, markers, paper, coloring books or other related items. The table and chair set form Today's Tot provides a large table top for doing arts and crafts or eating lunch. It is a high end piece of nursery furniture which will last well after the child is out of the nursery. BUY NOW

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

DEFINISI KONFLIK
Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masing-masing. Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan
kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan. Emotional conflicts terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan antar pribadi (personality clashes).
Situasi yang terjadi ketika ada perbedaan pendapat atau perbedaan cara pandang diantara beberapa orang, kelompok atau organisasi. Definisi lain yaitu sikap saling mempertahankan diri sekurang-kurangnya diantara dua kelompok, yang memiliki tujuan dan pandangan berbeda, dalam upaya mencapai satu tujuan sehingga mereka berada dalam posisi oposisi, bukan kerjasama

STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK

Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri. Manajer perawat yang terlibat didalam konflik dapat menepiskan isu dengan mengatakan “Biarlah kedua pihak mengambil waktu untuk memikirkan hal ini dan menentukan tanggal untuk melakukan diskusi”

Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama.
Perlu adanya satu komitmen dari semua pihak yang terlibat untuk saling mendukung dan saling memperhatikan satu sama lainnya.

TINGKAT KONFLIK (LEVELS OF CONFLICT)
Konflik yang timbul dalam suatu lingkungan pekerjaan dapat dibagi dalam
empat tingkatan:
A. Konflik dalam diri individu itu sendiri
Konflik dalam diri seseorang dapat timbul jika terjadi kasus overload jitu dimana ia dibebani dengan tanggung jawab pekerjaan yang terlalu banyak, dan dapat pula terjadi ketika dihadapkan kepada suatu titik dimana ia harus membuat keputusan yang melibatkan pemilihan alternatif yang terbaik. Perspektif di bawah ini mengidentifikasikan empat episode konflik, dikutip dari tulisan Thomas V. Banoma dan Gerald Zaltman dalam buku Psychology for Management:
1. Appriach-approach conflict, yaitu situasi dimana seseorang harus memilih salah satu di antara beberapa alternatif yang sarna baiknya.
2. Avoidance-avoidance conflict, yaitu keadaan dimana seseorang terpaksa memilih salah satu di antara beberapa alternatif tujuan yang sama buruknya.
3. Approach-avoidance conflict, merupakan suatu situasi dimana seseorang terdorong oleh keinginan yang kuat untuk mencapai satu tujuan, tetapi di sisi lain secara simultan selalu terhalang dari tujuan tersebut oleh aspek-aspek tidak menguntungkan yang tidak bisa lepas dari proses pencapaian tujuan itu sendiri.
4. Multiple aproach-avoidance conflict, yaitu suatu situasi dimana seseorang terpaksa dihadapkan pada kasus kombinasi ganda dari approach-avoidance conflict.
B. Konflik interpersonal, yang merupakan konflik antara satu individual dengan individual yang lain.
Konflik interpersonal dapat berbentuk substantive maupun emotional, bahkan merupakan kasus utama dari konflik yang dihadapi oleh para manajer dalam hal hubungan interpersonal sebagai bagian dari tugas manajerial itu sendiri
C. Konflik intergrup
Konflik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan konflik ini meyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan. Dalam setiap kasus, hubungan integrup harus di-manage sebaik mungkin untuk mempertahankan kolaborasi dan menghindari semua konsekuensidisfungsional dari setiap konflik yang mungkin timbul.
D Konflik interorganisasi
Konflik ini sering dikaitkan dengan persaingan yang timbul di antara perusahaan-perusahaan swasta. Konflik interorganisasi sebenarnya berkaitan dengan isu yang lebih besar lagi, contohnya persetisihan antara serikat buruh dengan perusahaan. Dalam setiap kasus, potensi terjadinya konflik melibatkan individual yang mewakili organisasi secara keseluruhan, bukan hanya subunit internal atau group

Saturday, December 1, 2007

Manajemen Konflik

A. Level Konflik
1. Konflik dalam diri individu sendiri (intraindividual conflict)
adalah konflik yang dialami seseorang karena adanya pertentangan dalam diri individu tersebut.
2. Konflik Antar Individu (Interindividual Conflict)
adalah konflik yang dialami seseorang karena adanya perbedaan kepentingan atau tujuan pada saat yang sama pada satu atau beberapa pihak.
3. Konflik Organisasi (Organizational Conflict)
adalah konflik yang terjadi dalam proses berinteraksi dengan organisasi.

B. Pendekatan Manajemen Konflik
Minimal ada dua pendekatan dalam manajemen konflik yaitu :
1. Management of conflict
yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk menyelaraskan konflik yang ada sehingga resiko dampak negatif konflik bisa dihindarkan. Ciri utama pendekatan ini adalah konflik memang telah ada secara wajar dan usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi dilandasi dengan tujuan yang bersifat curative atau penyembuhan.
2. Management by conflict
Usaha-usaha yang dilakukan untuk memenage aktifitas kelompok dengan cara menciptakan konflik. Ciri utama pendekatan ini adalah konflik yang terjadi memang sengaja diciptakan kemudian dikendalikan secara ketat dan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu.