Jogja Antique

Saturday, April 4, 2026

"Back To Kampus" Membangkitkan CLBK

Pertemuan dengan teman - teman yang datang dari sabang sampai merauke dengan berbagai macam profesi bener- bener membangkitkan ingatan akan masa pendidikan 20 tahun lalu. Kumpul, ngobrol dan berbagi pengalaman sungguh merupakan noastalgia yang indah. Klo dulu cerita didominasi kenakalan-kenakalan dan kecerdikan memanfaatkan waktu dan sikon yang sangat terbatas, saat sekarangpun ceritanya kembali sama. Bagaimana dulu dihukum oleh pamong karena pulang pesiar terlambat, bagaimana salah seorang teman berusaha me"macari" anak pamong dengan segala usaha upayanya...
Sungguh lucu....
Sekarang teman-teman sudah berhasil diberbagai bidang kehidupan, ada yang jadi polisi, angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara, kementerian, pemkot, pemda, diplomat, dokter, dosen, swasta, pengusaha dan lain - lain. Tentu mendengar sepak terjang kawan- kawan menimbulkan rasa bangga mengingat kebersamaan selama 3 tahun yang intens. Bangun tidur, senam bersama, apel pagi, makan pagi, pelajaran kelas, apel siang, makan siang, ekstra sore, makan malam, belajar malam, apel malam dan akhirnya tidur malam pun semua dilakukan bersama sama dan serentak.
Pengenalan karakter masing - masing individu, kebiasaan- kebiasaan lucu dan unik serta gaya belajar para pemuncak rangking kelas bener-bener tertancap di kepala. Si A dulu kelas x, tidurnya di graha y, klo pesiar sukanya makan dipujasera z, eh sekarang sudah jadi pejabat di kepolisian... si B.... si C dst...
Pertemuan singkat itu bener- bener membangkitkan Cinta Lama Bersemi Kembali. Cinta terhadap almamater tercinta.......

Thursday, April 2, 2026

Sidak Penjara dan Buku Arswendo Atmo Wiloto




Ketika Indonesia ribut dengan pemberitaan fasilitas di penjara menyangkut nama "Ayin", aku gak kaget lagi. Karena Mas Arswendo pernah mengupas tuntas dalam salah satu karangan bukunya yang beliu tulis selama di penjara. Persisnya aku lupa judulnya apa, namun beberapa hal yang ku ingat adalah masalah dana untuk tersangka yang sakit ( bisa keluar sebentar periksa ke Rs namun prakteknya gak tau kemana), biaya untuk hubungan sex ( klo yang gak punya duit oleh mas arwendo di umpamakan berhubungan dengan bebek), mungkin terkesan sarkasme atau kasar namun mungkin itu juga kenyataan pada saat itu.

Kebetulan aku memang hobi dengan karya-karya beliau karena menurutku logis dan bermutu, serta banyak mengupas hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, misalnya buku canting. Sedangkan cerita silatnya juga masuk akal, misalnya kisah senopati pamungkas dengan tokoh utamanya gayatri dan upasara wulung. kemasuk akalan menurutku misalnya beliau tulis bahwa tokoh persilatan yang berasal dari pegunungan cenderung akan mempunyai kuda-kuda yang kuat dan kokok, sedangkan tokoh bajak sungai atau laut cenderung akan mempunyai ilmu meringankan tubuh yang hebat.

Sangat masuk akal, walaupun kita tidak bicara benar atau salah. Namanya juga cerita fiksi, jadi yang penting enak dibaca dan tidak merusak alur cerita sejarah. Perpustakaan yang banyak mengkoleksi karya mas Arswendo adalah Perpustakaan Universitas Sanata Dharma ( dekat realino), sedangkan klo persewaan buku namanya lupa, tapi juga deket-deket realino ada yang menyewakan.

Semoga ada manfaatnya

Cerita Motivasi : Sapu tangan yang lusuh

Malam bintang terang. Namun, cahaya itu tidak seterang kasih seorang ibu. Kasihnya tidak akan pernah usai sepanjang hayat kepada anak-anaknya.Ibu saya sehari-hari adalah seorang penjaga kantin di sebuah SMP swasta di Bekasi. Dia juga membuat nasi uduk dan kue yang dititipkan di kantin dan warung-warung lain. Bangun pukul setengah empat pagi, baru beranjak ke peraduan pukul sebelas malam. Begitu terus, hidupnya dijalani tanpa mengeluh.Penghasilan bapak yang tidak seberapa ditopang oleh hasil jualan ibu. Sejak SD sampai SMA, dari hasil jual kue itulah, saya dan adik-adik dapat uang saku. Saya jadi teringat Ibu A. Yani (janda alm. Jend. Ahmad Yani). Setelah Pak Yani meninggal karena dibunuh pada 1 Oktober 1965, Ibu Yani menghidupi keluarganya dari berjualan minyak tanah. Namun, beliau tak pernah malu atau gengsi. Justru, anak-anaknya kelak menjadi orang yang berhasil dalam pendidikan dan karir mereka.Itulah yang menjadi kebanggaan saya terhadap sosok bunda. Gurat wajahnya yang telah mengerut menampakkan bahwa dia terlampau akrab dengan kerja kerasnya. Tangannya dipenuhi otot yang tampak ramah.Jarang saya melihat dia pakai bedak, apalagi make-up. Seumur-umur, saya baru melihat bunda pakai make-up pada saat saya sudah beranjak dewasa. Itu pun pada saat saya diwisuda bersama ribuan wisudawan Unesa di Islamic Center, Surabaya sekian tahun yang lampau. Dia bilang ingin tampil cantik pada momen tersebut.Setelah itu, kami sudah jarang bertemu. Saya memilih untuk menetap di Surabaya. Dalam setahun, kadang cuma sekali saya pulang ke Bekasi. Itu pun pas libur Lebaran atau Natal.Meretas cinta itu tak pernah habis. Itulah ibu. Ketika berjanji untuk memperkenalkan calon pendamping hidup saya, saya berkesempatan bertemu dengan ibu lagi di Surabaya.Beliau memberi sapu tangan kain lusuh kepada saya. Sampai di situ, saya masih belum mengerti makna yang tersingkap dari pemberian tersebut.Bunda bilang bahwa sapu tangan itulah yang dia gunakan untuk mengompres saya saat mengalami kecelakaan motor yang membuat kaki saya patah pada 31 Desember 1998.Setelah saya harus berpisah dengan orang tua pada akhir Agustus 1999 untuk kuliah di Surabaya, ternyata sapu tangan tersebut masih disimpan oleh bunda.Kesibukan menjalani hari-hari pada masa kuliah seolah membuat saya menjadi jarang berkomunikasi dengan keluarga di Bekasi. Namun tidak dengan bunda. Sapu tangan itu tetap dia simpan untuk memendam kangennya pada saya. Hanya, saya sama sekali tidak menyangka sampai seperti itu. Saya sendiri baru tahu dua minggu lalu, saat memperkenalkan pujaan hati.Setelah berkisah, bunda memberikan sapu tangan itu kepada saya dan merestui hubungan kami. Saya seakan tidak bisa berkata sepatah kata pun. Lidah ini terasa kaku. Hati bergetar karena terharu.Bagaimana mungkin bahwa sapu tangan yang sudah lusuh itu masih disimpan sekian tahun hanya untuk memendam kangen pada anaknya?Bukan kata-kata, tapi dengan sapu tangan lusuh itulah bunda menohok saya dengan cinta yang sederhana. Cinta tulus yang tak pernah berharap balasan dari siapa maupun anaknya sendiri sekalipun. Bintang itu terang.Lewat sapu tangan lusuh tersebut, zaman boleh berubah. Tapi, cinta dan kerinduan seorang ibu tak bisa digerus waktu. Ia ada sampai kapan pun. Tak bisa dibalas dengan apa pun.
sumber : 4shared.com

Wednesday, April 1, 2026

SEMALAM DI MERAPI


Merapi, pantai parangtritis (laut kidul) dan Kraton adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam sejarah kota yogyakarta. Merapi juga selalu menjadi penting ketika sispala, mapala dan juga klub petualang di jogjakarta sedang melakukan pendidikan dasar ataupun pendidikan lanjut gunung hutan, karena selain dekat juga memenuhi persyaratan untuk dijadikan latihan bagi para calon penjelajah rimba.

Namun kali ini aku ingin bercerita dari sisi yang lain tentang merapi. Bukan kisah petualangan, juga bukan tentang pendidikan dasar pecinta alam. Namun tentang percakapanku dengan seseorang di Lereng Merapi. Semoga cukup menarik untuk dibaca dan bisa diambil manfaatnya.


Suatu malam, aku diminta mengisi materi tentang goal setting di hostel vogel. Dari rumah sudah kusiapkan kopian materi secukupnya dan alat pendukung untuk bermain. Dalam hati, aku berdoa, semoga aku bertemu dengan legenda wisata treking merapi yang bernama Cristian Awuy. Walaupun aku sudah pernah bertemu, kenal dan juga ngobrol, namun belum pernah menyambangi hostel vogel yang terkenal sampai negeri belanda itu, apalagi berdiskusi di tempat itu.


Ketika aku sampai di Hostel Vogel, ternyata beliau sedang mengisi materi pada forum yang sama yang aku juga akan mengisi materi goal setting. Beliau berbicara tentang wisata treking dan ekowisata. Saat aku datang, baru saja dimulai sesi untuk diskusi dan tanya jawab. Menurutku beliau memang tidak teoritis, namun lebih banyak bercerita tentang pengalaman bisnis pribadinya.


Aku langsung nimbrung saja, namun karena aku juga pemateri maka aku gak bertanya, cuma mendengarkan yang bertanya dan jawaban beliau. Dan beliau memang sangat terbuka dan menjelaskan secara detail apa yang beliau ketahui. Komentarku "hebat... hebat dan hebat" Sebuah insting bisnis yang berawal dari hobi memang cukup menjanjikan, karena pastilah dijalani dengan hati, bukan melulu urusan uang.


Malam makin larut, dan aku sengaja membiarkan tanya jawab itu sampai tuntas, aku mengatakan kepada beliau bahwa waktu untuk materiku dipotong saja untuk melanjutkan materi treking, dan beliau bersedia meladeni sampai semua pertanyaan dikepala masing-masing peserta keluar semua alias sampai puas.


Dalam hati aku berdoa, semoga besuk dini hari ketika melalui jalur treking vogel, beliaulah yang menjadi guidenya, bukan asistennya.... bersambung