Jogja Antique

Friday, May 20, 2011

Jakarta Jadikan Wisatawan Semarang Sasaran Empuk


Semarang, CyberNews. Wisatawan dari Semarang dan sekitarnya rupanya menjadi sasaran empuk bagi Provinsi DKI Jakarta untuk mendongkrak tingkat kunjungan pariwisata di ibukota.
Melalui roadshow Jakarta Tourism Expo (JTE) yang kali kedua ini digelar di Semarang, acara ini diharapkan mampu meraup transaksi hingga Rp 1,5 miliar atau naik dari penyelenggaraan pertama yang hanya sekitar Rp 1,3 miliar.
Wakil Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata DKI Tinia Budiati mengungkapkan, tahun ini JTE digelar di tiga kota yakni Semarang, Surabaya dan Medan. Sedikitnya 30 industri pariwisata dari Jakarta dilibatkan. JTE juga didukung langsung oleh PT Garuda Indonesia.
Dalam konferensi persnya di Hotel Novotel Semarang, Kamis (28/4), Tinia menilai, aksesibilitas kota Lunpia ke Jakarta sudah sangat mudah mengingat frekuensi akses penerbangan cukup banyak dari berbagai maskapai.
"Kami ingin jemput bola apalagi sebentar lagi akan ada liburan panjang. Dengan beragam destinasi wisata serta paket-paket yang murah kami berharap kegiatan kepariwisataan bisa mendorong laju perekonomian," ujar Tinia.
Hadir pula dalam acara ini General Manager Garuda Indonesia Cabang Semarang Rosyinah, serta perwakilan dari Sea World Indonesia Indra Dharmawan, Water Bom Jakarta, Merry W serta perwakilan pehak perhotelan.
JTE sendiri akan berlangsung di atrium Mal Paragon mulai Jumat (29/4) ini hingga Minggu (1/5). Sembilan biro perjalanan wisata lokal di Semarang telah digandeng untuk bisa ikut menjual paket-paket wisata "Enjoy Jakarta" dengan paket mulai dari Rp 250 ribu.
Mulai dari transportasi dari bandara, menuju ke hotel, rekreasi, belanja dengan harga khusus bisa dinikmati wisatawan. Ada 18 hotel di Jakarta yang siap memberikan kenyamanan selama program berlangsung."Ada 20 stan di Paragon untuk memudahkan warga Semarang membeli pasket wisata khusus JTE 2011 dan kemudahan membeli tiket Garuda ke seluruh tujuan," terangnya.
Berbagai obyek wisata sudah bersiap menerima kunjungan wisatawan "Enjoy Jakarta". Mereka antara lain, Ancol, TMII, Sea World, destinasi wisata pesisir, edukasi dan sejarah serta pusat belanja.
( Modesta Fiska / CN14 / JBSM ) SUARA MERDEKA

Dinas Pariwisata DIY Kembali Gelar JTM II


Yogyakarta, CyberNews. Untuk meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan ke Yogyakarta dan Jateng, Dinas Pariwisata Provinsi DIY akan menyelenggarakan Jogja Travel Mart (JTM) yang kedua di Hotel Hyatt tanggal 6-8 Mei 2011.
Menurut Tazbir SH, MHum, Kepala Dinas Pariwisata DIY, dengan didampingi Edwin dari ASITA DIY dan Zulkarnaen dari PHRI DIY, kegiatan ini akan dihadiri lebih dri 115 buyers yang berasal dari 11 negara dengan 65seller hotel dan travel agent yang mayoritas dari Yogyakarta.
"Kegiatan ini dalam recovery Pariwisata DIY pascaerupsi Merapi. JTM I kita selenggarakan tahun lalu di Hotel Sheraton, ketika itu kita mampu mendatangkan 80 buyers dari delapan negara," kata Tazbir, Kepala Dinas Pariwisata DIY, Selasa (3/5) siang tadi.
Kali ini, kita akan mendatangkan 115 buyers yang berasal dari 11 negara, antara lain Amerika Serikat, Belanda, Thailand, Jepang, Hongkong, Korea, Arab Saudi dan masih banyak lagi lainnya. "Semua negara tersebut, sama-sama sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir," katanya.
Lebih lanjut Tazbir mengatakan, yang dijual dalam JTM adalah paket tour dan tahun ini unggulannya paket tourMerapi dan desa wisata terutama aktivitas di desa.  "Dengan digelarnya acara ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke DIY serta meningkatkan lama tinggal (Length of Stay) wisatawan," katanya.
Sedangkan Edwin Ismedi Himna, Ketua ASITA  (Association of The Indonesian Tours and Travel Agences) mengatakan, peserta terbanyak mayoritas dari negara tetangga. Yaitu Singapura 26 peserta, Malaysia 18 peserta, Thailand 10 peserta, Belanda 20 peserta, China 10 peserta, Jepang tiga peserta, Saudi Arabia lima peserta, Hongkong empat peserta dan Amerika satu peserta.
Di samping itu juga ada media asing yang memastikan untuk meliput, yakni dari Jepang, Belanda, China, Hongkong, Malaysia dan Singapura. "Jadi kegiatan ini juga akan diliput wartawan dari berbagai negara," katanya.
Menurut Edwin, di DIY desa wisata yang sudah layak jual baru ada 10 desa dan kebanyakan di Kabupaten Sleman dan Bantul. Hal ini karena terkait dengan sumber daya alam, sumber daya manusia, pendukung dan akses jalan. Yang menjadi kendala untuk mempromosikan pariwisata di Yogyakarta selama ini, menurut dia, Yogyakarta belum bisa berdiri sendiri dan masih tergantung dengan Bali terutama di airportnya.
Sementara itu, Koordinasi Promosi PHRI (Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia) Zulkarnain mengatakan, kegiatan ini melibatkan semua hotel di Yogyakarta, terutama hotel bintang lima, empat, tiga dan sebagian bintang dua.
( Sugiarto / CN31 / JBSM ) SUARA MERDEKA

Efektif, Promosi Wisata dengan Undang Agen Perjalanan


Solo, CyberNews. Upaya mempromosikan potensi pariwisata dengan cara mendatangkan travel agent dan awak media dari lain daerah atau lain negara, dinilai efektif untuk mendatangkan wisatawan. Sebab promosi yang dilakukan bisa tepat sasaran.
General Manager Garuda Indonesia Branch Office Surakarta Sjamsuddin mengungkapkan, dengan mengundang travel agent dan awak media, promosi wisata yang dilakukan bisa maksimal.
"Agen perjalanan dan awak media bisa melihat langsung, potensi apa yang dimiliki suatu daerah. Mereka bisa merasakan langsung," kata Sjamsuddin, mengomentari tentang kedatangan sejumlah agen perjalanan dan awak media dari Beijing, China beberapa waktu lalu.
Artinya, mereka bisa menceritakan lebih riil tentang daerah yang mereka kunjungi, kepada calon wisatawan yang berminat untuk berkunjung ke daerah tersebut. "Selain itu, dari segi biaya juga efektif. Coba kalau kita yang promosi ke luar negeri. Selain ongkosnya besar, juga belum tentu tepat sasaran," katanya.
Sjamsuddin mengatakan, saat mengundang agen perjalanan dan awak media ke Solo, pihaknya dibantu KBRI di China dan perwakilan Garuda Indonesia yang ada di Beijing.
Dari mereka, diketahui agen perjalanan mana yang sering melayani wisatawan dari negeri tirai bambu itu ke negara-negara Asia. "Sehingga yang kami undang betul-betul sudah terseleksi. Mereka agen perjalanan yang pangsa pasarnya sudah jelas," tandasnya.
Menurutnya, pihaknya tidak akan bosan untuk "menjual" potensi wisata yang ada di Solo, sebagai salah satu upaya membantu pemerintah meningkatkan tingkat kunjungan wisatawan.
Rencananya pada bulan Mei ini atau Juni mendatang, Garuda akan mengundang kembali tamu dari Osaka, Jepang untuk berkunjung ke Solo dalam rangka mempromosikan potensi wisata di kota bengawan. "Ke depan, rencananya juga ada tamu dari Australia. Tapi waktunya belum tahu. Yang jelas, kami bersinergi dengan program Pemkot Surakarta dalam menjual potensi Solo," imbuhnya.
( Irfan Salafudin / CN33 / JBSM ) SUARA MERDEKA

Angkat Citra Pariwisata Jateng, Dibentuk FP3JT


Semarang, CyberNews. Atas prakarsa dan inisiasi dari pelaku dan pemerhati pariwisata Jateng yang difasilitasi Budi Santoso Foundation (BSF), Forum Pelaku dan Pemerhati Pariwisata Jawa Tengah (FP3JT), hari ini (20/5), terbentuk. Forum tersebut bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mengangkat citra pariwisata menuju Visit Jateng Year 2013.
Direktur Eksekutif Budi Santoso Foundation (BSF) Adi Ekopriyono mengatakan, dari serangkaian diskusi dan seminar yang digelar bersama GIZ Jerman disimpulkan tiga faktor penghambat perkembangan industri pariwisata di Jateng. Salah satunya adalah kurangnya dukungan lembaga keuangan dalam memberikan kemudahan pembiayaan bagi UMKM sektor pariwisata, perpajakan, dan fasilitas perbankan masih minim.
"Kita perlu membentuk forum atau paguyuban. Forum ini semacam pressure group untuk memberikan masukan, kritik dan saran kepada pemerintah," ungkap Adi dalam diskusi Menggagas FP3JT, Jumat (20/5), di Hotel Dafam.
Lebih lanjut, agar proses pembentukan lebih efektif, para peserta diskusi menyepakati akan mengadakan pertemuan rutin bulanan. Pertemuan rutin ini nantinya akan menyusun program pengembangan pariwisata dan kajian-kajian terhadap kebijakan pemerintah.
Ke depan, menurut Adi, pembentukan forum itu bertujuan menjadi wadah aspirasi bagi para pelaku dan pemerhati pariwisata Jateng.
Adapun keaktifan forum tersebut nantinya diharapkan bisa meningkatkan daya saing wisata Jateng, yang pada akhirnya bermuara pada pelestarian budaya, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jateng. Diskusi tersebut diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan pembentukan FP3JT.
Mereka yang sepakat diantaranya dari unsur Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Ikatan Pengusaha Jasa dan Perlengkapan Pesta (Ikapesta), PT Angkasa Pura, Association of The Indonesia Tour and Travel Agencies (ASITA), Kadin, Pokdarwis, PT KAI, Paguyuban Pelaku Wisata (PPW), Dewan Pariwisata Indonesia (Depari), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Indonesia Marketing Association (IMA), Asosiasia Wisata Agro Indonesia (AWAI), Asosiasi EO, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Jateng Promo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Stiepari, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo), Asosiasi Ekportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi), Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng.
( Hartatik / CN33 ) SUARA MERDEKA