Jogja Antique

Sunday, June 6, 2010

Heboh Video Sex Luna Maya dan Ariel

Dunia artis indonesia kembali dihebohkan dengan berita adanya film durasi pendek yang menjadikan luna maya dan ariel sebagai aktor dan aktris sex. Entah benar atau tidak hal ini menunjukkan bahwa kemajuan jaman, kemajuan teknologi, kemajuan ilmu pengetahuan selalu mempunyai dua sisi yang berbeda. Bila kita gunakan secara positif akan menghasilkan hal-hal luar biasa sebagai pencapaian prestasi umat manusia di muka bumi. Sebaliknya bila kita memandang dari sisi yang lain, banyak kita temukan pemanfaatan kemajuan ini dengan hal-hal yang berbau negatif. semisal pornografi, ekploitasi tubuh wanita dan yang sejenisnya yang dapat diakses secara bebas oleh publik melalui media internet.

Publik tidak bisa menyaring secara detail mana yang layak di konsumsi dan mana yang tidak untuk anak-anak atau keluarga mereka yang masih dibawah umur. Sungguh suatu hal yang harus diperhatikan dan dicarikan solusinya secara serius agar masa depan anak-anak bangsa, generasi penerus negara ini tidak terjebak kepada hal-hal yang merugikan mentalitas mereka.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan? diam? ikut melakukan aksi? atau cuek saja. Itu adalah pilihan yang dapat kita lakukan masing - masing.

Hari Lingkungan Hidup 5 Juni Berbuat Apa?

Setiap tanggal 5 Juni selalu kita memperingati hari lingkungan hidup. Hari bersejarah yang mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, yang mengingatkan kita agar selalu merawat alam dan yang selalu mengingatkan kita agar selalu mencintai alam dan lingkungan kita.

Hampir setiap peringatan aku membuat komitmen dan melakukan aksi pelestarian lingkungan, mulai dari bersih gunung, bersih pantai, bersih selokan mataram, maupun membuat kursus daur ulang kertas dll. Tentu disesuaikan dengan kepentingan dan kebutuhan untuk pencapaian tujuan tertentu dan dalam rangka mengemban tugas tertentu.

Namun hari lingkungan hidup tahun ini, aku tidak berbuat apa-apa, komitmen juga tidak, apalagi aksi. Sungguh hari yang mengecewakan, karena aku disibukkan dengan hal-hal administratif yang detail dan menguras waktu. Tentu hal ini bukan akhir dari segalanya, aku yakin masih di tahun ini akan membuat aksi sebagai buah pengganti perasaan yang mengganjal.

Semoga segera mendapatkan ide yang brilian agar sebelum puasa ini sudah kelar dan membuat ganjalan di hati ini hilang. Mungkin ada usulan?

Tuesday, June 1, 2010

Gary Subentov VS Anatoly Supekov

 Masa kecilku di rumah sangat menyenangkan. Satu hal yang ku ingat aku mempunyai teman, nama aslinya Muhammad Nur Sahid. Dia adalah teman belajar, teman bermain juga teman berprestasi dibidang olahraga. Bisa di bilang kami soulmate. Setiap hari bermain bola, bahkan kadang klo gak ada temannya, kami bermain bola di lapangan besar ukuran 120m x 60 m itu hanya berdua. Syaratnya kami gak boleh nembak sebelum masuk garis penjaga gawang, sehinga mau tidak mau harus menggiring bola ratusan meter sebelum menceploskan bola ke gawang.

Biasanya di akhir permainan melakukan adu pinalti, kami bergantian sebagai penjaga gawang dan penendang. Tembakan yang dilakukan tidak terbatas, bisa sampai puluhan atau ratusan kali. Sehingga di tiap pertandingan sepakbola 17 agustus, kami akan selalu masuk tim inti karena secara fisik kami memang siap walaupun umurnya masih kecil.

Hal lain yang tidak terlupakan adalah hampir tiap malam minggu, kami melakukan permainan catur dan lagi-lagi hanya berdua. Karena waktu itu Juara Dunia catur adalah Gary Kasparov dan penantangnya adalah Anatoly Karpov maka nama kamipun di ubah menjadi Gary Subentov dan temanku namanya menjadi Anatoly Supekov karena aku memang lebih banyak menang dari pada temenku. Permainan biasanya sampai menjelang subuh dan dilakukan  di alam terbuka diatas tikar dan nanti setelah capek kami tidur di alam terbuka sampai pagi. Sungguh pertemanan masa kecil yang selalu ku ingat dan kukenang sepanjang hidupku, karena sangat menyenangkan dan sangat produktif menghasilkan prestasi, karena di akhir masa Sekolah Dasarku aku berhasil menyabet juara catur tingkat kabupaten dan mewakili ke tingkat jateng, walau akhirnya gagal masuk final di Jateng.

Semoga ada manfaatnya dan salam olahraga! 

Bapak Renta Itu Seorang Tambal Ban

Malam itu aku berjalan berkendaraan motor menyusuri jalan ke arah Banyumanik. Tangan kananku memegang gas mengendarai motor sedang tangan kiriku menenteng ban luar bekas motor adikku. Ada beberapa tukang tambal ban di pinggir jalan, namun hatiku belum tergerak untuk berhenti dan menggunakan jasanya. Sambil terus berjalan menikmati udara malam, mataku tertuju pada sosok seorang tua yang duduk dipinggir jalan dengan termenung. Di hadapannya adalah alat-alat perbengkelan sederhana untiuk menambal, mengganti atau memasang ban motor.

Tiba-tiba aku pengen berhenti untuk ngobrol dan menggunakan jasa bapak itu mengganti ban luar motorku bagian belakang yang sudah usang dan tipis. Kuperhatikan alat-alatnya sangat sederhana dan keliatan sudah lama sekali digunakan. Kotak untuk menyimpan alat-alat itu lebih parah lagi, sudah tambal sana tambal sini. Lampu petromak sebagai penerangan sangat memprihatinkan. Gak tega juga aku lama-lama disitu. Untung ada seorang lelaki muda yang tak lain adalah anak bapak ini datang membantu.

Beruntunglah aku, karena aku bisa sambil ngobrol dengan bapak ini dengan santai, sementara anak napak itu yang mengerjakan penggantian ban. Yang terngiang ku ingat adalah bahwa bapak itu bekerja hamoir 16 jam, dari pagi sampai tengah malam. Harga minyak tanah 8.000 tapi kadang minyak yang mau dibeli gak ada. Pada saat ngobrol, bapak itu minum ai putih yang wadahnya sudah usang dan kumal. entah air matang atau air mentah kurang jelas.

Aku lebih terkejut lagi, ketika ban sudah selesai diganti, bapak itu hanya menyebut jasa yang harus kubayar 4.000 rupiah. Hmmm sudah capek bekerja seharian, kayaknya juga sepi, ada kerjaan dengan jujur memasang tarif gak di mark up. Ku kasih bapak itu uang puluhan ribu dan kembaliannya ku suruh nyimpan. Dalam hati aku berkata, semoga minimal aku dapat membantu untuk membeli minyak tanah andaipun bapak itu sepanjang malam belum tentu dapat order lagi.

Salam Hormatku Untuk Bapak Tukang Tambal Ban, Semoga engkau benar-benar selalu tulus ikhlas membantu pengendara motor yang kena halangan, dan engkau dapat mencukupi kebutuhan anak dan keluargamu. Aku bangga, di Semarang, kota besar ini masih ada orang seperti bapak. Tetap semangat dan aku yakin, Bapak akan mendapatkan imbalan yang setimbal dari apa yang telah bapak kerjakan. Aku berjanji, klo ada rezeki aku akan sowan ke tempat kerjamu lagi dan sekedar membawakan buah tangan untukmu.
(aku menulis ini sambil air mataku berlinang, mengingat bapakku sendiri yang semakin tua dan hanya ditemani cucunya. Betapa engkaupun berjuang untuk kami anak-anakmu pada masa dulu)