Jogja Antique

Saturday, January 16, 2010

Belajar Basket dan Pengembangan Olahraga di Perth, Australia (1)




Warga Hanya Sumbang Tiga Jam Kerja dalam Setahun

Penduduk Australia hanya 20 juta jiwa. Dari jumlah kecil itu, sangat banyak prestasi dunia olahraga dicapai. Kuncinya mungkin adalah kerelaan jutaan warga untuk menyumbangkan jam kerja. Meski hanya tiga jam setahun. Berikut catatan AZRUL ANANDA, wakil direktur Jawa Pos, dari Perth.
---
''Memasyarakatkan olahraga, mengolahragakan masyarakat.''

Kita-kita yang hidup dan sekolah pada zaman Orde Baru tentu ingat ungkapan tersebut. Hasilnya? Tidak perlu banyak comment. Kita tahu sama tahu saja, biarkan jawabannya menjadi rahasia umum.

Meski demikian, tidak berarti ungkapan itu tidak bisa menjadi kenyataan. Untuk mendapatkan buktinya, kita tak perlu belajar sampai negeri Tiongkok. Cukup terbang sekitar empat jam dari Jakarta, mendarat di Perth, Australia.

Dari ibu kota negara bagian Western Australia tersebut, kita bisa mendapat secuil informasi bagaimana negara seperti Australia bisa ''memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat''. Hasilnya bukan sekadar sumber daya manusia yang unggul, tapi juga prestasi olahraga yang bikin geleng-geleng kepala.

Bayangkan. Dengan penduduk hanya 20 juta orang, dalam hal olahraga, Australia mampu bersaing dengan negara-negara maju lain yang berpenduduk hingga sepuluh kali lebih banyak.

Pada Olimpiade 2008 di Beijing, Agustus lalu, Australia berada di urutan keenam perolehan medali. Total meraup 46 medali, termasuk 14 emas. Semua negara di atasnya punya penduduk sedikitnya tiga kali lebih besar!

Tidak perlu diingatkan, he he, bahwa penduduk Indonesia lebih dari 200 juta jiwa dan Agustus lalu hanya membawa pulang satu medali emas di urutan ke-42.

Atlet Western Australia (WA) sendiri menyumbangkan tiga medali emas untuk Australia. Andai negara bagian itu tampil terpisah di Olimpiade Beijing, mereka bakal berada di urutan ke-17. Padahal, penduduk WA hanya 2 juta jiwa.

***

Selama seminggu terakhir di Perth, saya dan teman-teman dari DetEksi Basketball League (DBL), liga basket pelajar terbesar di Indonesia, telah belajar begitu banyak. Bukan hanya tentang sistem basket, pembinaan dan pengembangannya, juga tentang olahraga secara keseluruhan.

Sampai Minggu besok (19/10), DBL membawa 24 pemain SMA (12 putra dan 12 putri) dari sepuluh provinsi di Indonesia plus empat pelatih. Bekerja sama dengan pemerintah Australia (khususnya WA), tim SMA ini mengikuti program DBL Western Australia Games 2008.

Selain bertanding melawan tim-tim muda pilihan WA, pasukan All-Star DBL Indonesia juga belajar banyak tentang basket dari Basketball WA (semacam Perbasi-nya WA), SMA-SMA basket utama di Perth, plus klub profesional di kota itu, Perth Wildcats dari National Basketball League (NBL).

Tim All-Star DBL Indonesia juga mendapatkan kelas dan tambahan wawasan dari Departemen Olahraga dan Rekreasi WA. Tidak ketinggalan, mengunjungi University of Western Australia dan Edith Cowan University, dua kampus besar di Perth. Di sana, seluruh tim diajak menengok fasilitas jurusan Sports Science, yang termasuk paling top di dunia.

Sebelum bicara soal basket secara lebih spesifik, dari departemen olahraga dan rekreasi-lah kami mendapat ''pencerahan'', bagaimana prestasi olahraga bisa menjadi begitu dahsyat di Negeri Kanguru.

Bila dirangkum, pada dasarnya ada empat hal yang menjadikan olahraga Australia begitu dahsyat: partisipasi, infrastruktur, organisasi, dan terakhir sports science.

Sekilas tidak istimewa. Di atas kertas mungkin semua bisa meniru. Tapi, kalau dipahami, Indonesia -dan kebanyakan negara lain, termasuk yang maju- mungkin butuh minimal sepuluh tahun untuk mengikuti. Itu pun kalau ada political will dan support penuh masyarakat.

Partisipasi merupakan peran utama masyarakat. Tugas utama departemen olahraga dan rekreasi bukan hanya mengejar prestasi tingkat dunia, tapi juga merangsang seluruh masyarakatnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga. Tidak harus jadi atlet, namun ada kontribusinya. Tidak harus dengan uang, tapi ada bentuk nyatanya.

''Kalau jalan-jalan di Australia, coba perhatikan, pasti banyak orang terlibat dalam kegiatan olahraga. Bisa jalan-jalan di taman, joging, bersepeda, dan lain sebagainya,'' kata Hallam Pereira, international project director Departemen Olahraga dan Rekreasi WA, yang selama seminggu ini sering menemani tim DBL All-Star Indonesia.

Memang, di mana-mana orang berolahraga di Australia. Saat di Perth saja, di mana-mana ada orang joging, bersepeda, dan mendayung di Swan River. Saat berlatih basket di sejumlah arena di Perth, tim All-Star DBL Indonesia juga bertemu sejumlah warga lanjut usia sedang berlatih bulu tangkis.

''Di antara 20 juta penduduk Australia, 87 persen berpartisipasi dalam olahraga. Yang 13 persen sisanya itu terdiri atas bayi atau orang-orang yang sudah sangat tua,'' jelasnya.

Pria asal Sri Lanka itu termasuk salah satu sosok utama di departemennya. Dulu dia atlet renang, pernah ikut Olimpiade 1964. Setelah jadi atlet, dia belajar dan belajar, hingga akhirnya mendapat gelar PhD dalam hal sports science dari (waktu itu) Jerman Timur. Baru kemudian pindah ke Australia, mengembangkan olahraga di departemen olahraga dan rekreasi.

Pereira menegaskan, partisipasi tidak harus bermain olahraga. Yang penting adalah terlibat dalam kegiatan olahraga. Dan dalam hal partisipasi itu, Australia mungkin tak ada bandingannya di dunia, salah satu kunci sukses mengejar prestasi dunia.

***

Saat ini, 1,5 juta warga Australia tercatat di departemen olahraga dan rekreasi sebagai volunteer (relawan). Mereka itu selalu menyumbangkan waktunya untuk membantu olahraga. Ada yang tidak terlalu sibuk, sehingga menyumbangkan waktu hingga tiga jam seminggu (biasanya saat weekend). Ada juga yang supersibuk, sehingga hanya menyumbangkan waktu TIGA JAM selama SETAHUN.

Cara menyumbangkan waktu? Yaitu dengan bekerja membantu kegiatan-kegiatan olahraga. ''Ada seorang ibu yang tidak bisa olahraga apa pun. Dia hanya mengerti aturan dan ukuran landasan lompat jauh. Maka, dia pun menyumbangkan waktu dan tenaganya untuk membantu penyelenggaraan even lompat jauh,'' papar Pereira.

Contoh lain dari Pereira: Seorang ayah punya anak yang tampil di liga sepak bola. Dia pun menyumbangkan tenaga dan biaya untuk mencucikan baju tim setelah latihan, sekali setiap minggu. Hari lain digantikan oleh orang tua atau relawan lain.

Contoh lebih ekstrem diberikan Pereira saat dia mengantarkan seorang pejabat olahraga Malaysia menonton even olahraga di Perth. Setelah menunjukkan tiket, mereka diantar oleh seorang relawan pria bercelana pendek ke tempat duduk sesuai yang tertulis di tiket.

Ketika diajak ngobrol, ternyata sang usher (pengantar penonton) itu begitu ''nyambung''. Sang pejabat yang berlatar belakang pengacara tersebut terus memberi pertanyaan sulit, dan sang relawan terus mampu menjawabnya. Akhirnya, pejabat Malaysia itu harus bertanya: ''Sebenarnya Anda ini siapa?''

Alangkah kagumnya dia ketika mendapat jawaban bahwa sang pengantar penonton itu adalah chairman dari Qantas Airlines! Hari itu, dia kebetulan memang sedang menyumbangkan waktunya untuk olahraga, sebagai bagian dari panitia pertandingan.

Sekali lagi, menyumbang waktu itu terkesan sederhana. Tapi, kalau diberi nilai secara keseluruhan, sangatlah dahsyat. Pereira menjelaskan hal itu lewat perhitungan uang.

Dalam setahun, jelas dia, 1,5 juta relawan tersebut menyumbangkan total 165 jam kerja. Andai mereka semua harus diberi bayaran minimal pemerintah WA, yaitu 9,09 dolar Australia sejam, nilai total gaji yang harus dibayarkan mencapai 1,5 miliar dolar Australia atau lebih dari Rp 11 triliun! Tentu saja, angka itu sangat meringankan beban biaya pengembangan olahraga.

''Tidak ada negara lain di dunia ini yang bisa menganggarkan dana untuk olahraga sebanyak itu,'' tegas Pereira.

***

Tentu saja, para relawan tidak dibiarkan bekerja tanpa balasan. Mereka diberi hadiah dengan cara berbeda. Karena terdaftar, mereka pun punya kartu khusus. Dan kartu itu punya banyak benefit untuk menikmati kegiatan-kegiatan olahraga.

Pereira memberi contoh sebuah gedung pertandingan yang berkapasitas 10 ribu penonton. Panitia tahu hanya bisa menjual 7.000 tiket. Maka, yang 3 ribu tiket yang mungkin tak terjual itu langsung ditawarkan kepada para relawan dengan diskon khusus (mungkin separo harga).

Kalau pertandingannya seru dan 10 ribu tiket itu pasti habis, para relawan bakal mendapat tawaran harga sama. Bedanya, mereka langsung mendapat tempat duduk lebih baik. Atau, mereka dapat harga sama tapi diberi jalur khusus, sehingga tak perlu ikut antrean panjang.

Sekali setahun, para relawan juga diundang untuk acara makan khusus. Mereka diperlakukan secara istimewa, dilayani oleh orang-orang top. Mulai pejabat pemerintah, selebriti seperti penyiar televisi, bahkan perdana menteri.

Punya 1,5 juta volunteer bukan berarti mereka bisa menyumbangkan tenaga semaunya. Pereira menjelaskan, karena mereka terdaftar, departemen olahraga dan rekreasi tinggal mengirimkan surat atau informasi untuk memberi tugas kepada para relawan tersebut. Kapan dan di mana serta bisa berbuat apa.

***

Soal sumbang-menyumbang waktu dan tenaga itu membuat saya (benar-benar sebagai pribadi) jadi garuk-garuk kepala ingat negeri sendiri. Saya sering lihat mahasiswa kita (mereka menunjukkan itu dengan mengenakan jaket almamater, apalagi kalau dari kampus top) berdiri di pinggir jalan atau perempatan jalan sambil membawa kotak sumbangan.

Para mahasiswa tersebut lantas meminta-minta donasi kepada para pengendara jalan, untuk disumbangkan kepada mereka yang ''membutuhkan''.

Begitu melihat mereka, saya langsung garuk-garuk kepala. ''Hebat ya, mahasiswa kita hanya bisa jadi pengemis. Padahal, mereka itu datang dari kampus ternama. Apa kampusnya tidak malu ya? Punya mahasiswa yang hanya punya ide untuk jadi pengemis ketika berniat mengumpulkan sumbangan?'' begitu pikir saya.

Kalau tidak punya uang dan ingin membantu mereka yang membutuhkan, mengapa harus mengemis? Mengapa tidak menyumbangkan tenaga dalam arti yang sebenarnya? Misalnya, melakukan cuci mobil gratis di jalan-jalan yang kosong. Orang yang punya mobil lantas happy, dan menyumbangkan uangnya. Uang itu lantas diberikan kepada yang membutuhkan.

Bagi saya, itu yang namanya ''menyumbangkan tenaga''. Kalau hanya berdiri di pinggir jalan membawa kotak sumbangan, bagi saya itu bukan ''menyumbangkan tenaga''.

***

Kembali ke Perth dan Australia.

Partisipasi merupakan salah satu modal dasar utama untuk mengembangkan olahraga. Semakin banyak yang mencoba dan berpartisipasi, semakin besar peluang menemukan atlet hebat. Makanya, meski hanya punya 20 juta penduduk, Australia punya banyak sekali atlet kelas dunia.

''Di antara 87 persen partisipan itu, banyak yang menekuni olahraga secara serius. Dari situlah kita bisa menjaring 0,01 persen warga yang kemudian menjadi atlet nasional,'' jelas Pereira.

Di Australia, ''memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat'' bukan sekadar jargon pemerintah...

Ini belum bicara soal infrastruktur, organisasi, dan -yang paling sulit untuk ditiru dan dikejar- sports science. (bersambung)
sumber : http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=30280

Friday, January 15, 2010

Catatan Dahlan Iskan : Hati Kecil Saya untuk Sri Mulyani




Hati kecil saya masih berharap mudah-mudahan hasil pemeriksaan investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kasus Bank Century itu tidak seluruhnya benar. Sebab, kalau memang tidak ada yang salah, akibatnya akan sangat dramatis: kita bisa kehilangan menteri keuangan yang sangat kita banggakan. Seorang menteri, Sri Mulyani, yang reputasinya begitu hebat. Baik di dunia internasional maupun dalam mengendalikan keuangan negara. Secara internasional dia terpilih sebagai menteri keuangan terbaik di dunia dua tahun berturut-turut. Di dalam negeri dia dikenal sebagai menteri pertama yang berani mereformasi birokrasi di departemennya. Juga menteri yang sangat ketat mengendalikan anggaran negara. Bahkan, dialah satu-satunya menteri yang berani minta berhenti ketika ada gelagat pemerintah akan membela seorang konglomerat yang dia anggap tidak seharusnya dibela.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada yang tiba-tiba mengatakan: kesimpulan BPK itu diperoleh dengan cara kerja yang kurang benar. Maka kita tidak akan kehilangan menteri keuangan yang pandainya bukan main itu. Pandai dalam ilmunya, pandai dalam menjelaskan pikirannya, dan pintar bersilat kata. Saya melihat kecepatan berpikirnya sama dengan kecepatan bicaranya. Kalau lagi melihat cara dia mengemukakan pikiran, seolah-olah otak dan bibirnya berada di tempat yang sama.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang tiba-tiba menemukan data bahwa BPK telah salah ketik. Maka, kita tidak akan kehilangan menteri yang mampu rapat dua hari dua malam nonstop untuk menyelamatkan keuangan negara. Rapat itu tidak boleh berhenti karena lengah sedikit berakibat pada kebangkrutan ekonomi nasional. Rapat itu tentu melelahkan karena angka-angkalah yang akan terus berseliweran. Angka-angka yang rumit: kurs, suku bunga, devisa, likuiditas, rush, neraca perdagangan, stimulus, dan seterusnya. Angak-angka itu saling bertentangan, tapi menteri tidak boleh memilih salah satunya. Dia harus membuat keputusan yang harus memenangkan semua angka yang saling merugikan itu. Padahal, dia baru saja tiba dari Washington, AS, untuk berbicara di forum KTT G-20 yang amat penting itu. Di Washington dia tahu bahayanya ekonomi dunia. Tapi, dia mampu memikirkan keuangan internasional sekaligus keuangan nasional dalam waktu yang sama di belahan dunia yang berbeda. Dia harus menghadiri KTT G-20 di Washington saat itu (kebetulan saya ikut di rombongan situ) saat rupiah tiba-tiba melonjak menjadi Rp 12.000 per dolar AS. Dia harus tampil cool di forum dunia yang Singapura pun tidak boleh ikut di dalamnya itu sambil tegang bagaimana harus mengendalikan rupiah yang sudah membuat warga negara Indonesia panik semuanya.

Dialah menteri yang datang ke Washington hanya untuk mengemukakan pikiran briliannya dan harus langsung kembali ke tanah air pada hari yang sama untuk mencurahkan perhatian pada ekonomi yang hampir bangkrut itu.

Hati kecil saya masih berharap, mudah-mudahan ada orang yang mengatakan bukan dia yang harus bertanggung jawab. Tapi, ada pihak lainlah yang harus mendapat hukuman. Kalau tidak, kita akan kehilangan seorang menteri yang di saat ibu kandungnya, Prof Dr Retno Sriningsih Satmoko, sedang sakit keras menjelang ajalnya, dia tidak bisa menengok sekejap pun. Dia memilih mencurahkan segala pikiran, tenaga, dan emosinya untuk menyelamatkan ekonomi bangsa ini. Dia tidak bisa menjenguk ibu kandungnya yang jaraknya hanya 45 menit penerbangan di Semarang sana. Dia harus mencucurkan air mata untuk dua kesedihan sekaligus: kesedihan karena ibundanya berada di detik-detik akhir hidupnya dan kesedihan melihat negara dalam bibir kehancuran ekonomi. Dua-duanya tidak bisa ditinggal sedetik pun. Rupiah lagi terus bergerak hancur dan detak jatung ibunya juga lagi terus melemah. Dan, Sri Mulyani memilih menunggui rupiah demi nyawa jutaan orang Indonesia.

Maka hati kecil saya masih berharap ada data di kemudian hari bahwa kebijaksanaan itu sendiri tidak salah. Sebab, sebuah kebijaksanaan bisa diperdebatkan salah benarnya. Saya masih berharap yang salah itu dalam pelaksanaan kebijaksanaannya. Yakni, saat mendistribusikan uangnya yang Rp 6,7 triliun itu. Dan saya sangat-sangat yakin dia tidak mendapatkan bagian serupiah pun.

Maka saya sangat bersedih karena sampai hari ini belum ada satu pihak pun yang berhasil mengatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK itu salah. Belum ada yang membantah bahwa hasil pemeriksaan BPK itu keliru. Semua masih mengatakan, hasil pemeriksaan BPK itu menunjukkan bahwa dia bersalah dalam mengambil keputusan. Dan hukum harus ditegakkan. (*)
sumber : Harian Jawa Pos 7 Desember 2009

Saturday, January 9, 2010

Sahabat-sahabat karis

Houston Kitchen And Bath Remodeler
Kitchen remodeling houston has been remodeling kitchens in houston, tx for ofver 20 years. If your houston kitchen needs a complete remodel or if your building new home kitchen remodeling houston is the only choice for for a seriously nice kitchen!
Katy Vinyl Siding Installer
If you live in or near katy, texas and you need the siding on your home repaired or replaced then your first call should be to katy siding company. Call us for hardi plank, wood siding, vinyl siding, and all your katy siding needs.
Irvine Fitness Boot Camp
Total training by tammy is the premiere fitness boot camp and personal training program in the irvine and orange county areas. Total training specializes in weight loss, strength training, endurance training, and core strength training.
Buy Gutter Systems In Katy Tx
Katy gutters can repair or replace any type of residential or commercial gutter drainage system. Katy gutters works with seamless aluminum, copper, pvc and all other types of gutter materials. Call now for a free quote on you gutter project!
Houston Irritrol Sprays
Houston sprinkler systems in the premier choice for when you are adding a new houston sprinkler system just repairing your old houston sprinkler system. Call us today for all of your sprinkler and irrigation needs. We work all over houston, texas
Arch Houston Heights
Houston brick layers does new brick installation, brick repairs and brick replacement. We can work from your architects plans or our team of designers can custom specify. Call houston brick layers for all your masonry needs anywhere in houston, tx
Repair Brick Garland In Houston
If you need concrete repair or replacement in houston, texas then you can depend on houston concrete repair. We do new installation, concrete repairs, concrete replacements and we are houston's premier custom concrete designers.
The Business Building True Gradually
Here's what we found about business. Read up the info about business, and learn more about it! Save your time! Here's you will find about business that will match your need absolutely free!
Business Building Insurance For Happiness All People
Browse through the best insurance tips and learn the latest insurance news at our site.
Bodog Bonus Code
Use bodog bonus code 1349384 to get a huge 110% bonus at bodog poker. Additionally the same code can be used at bodoglife property for an exclusive bonus.
Sirha
Matériel grande cuisine pour petite prix. Vente direct usine. Livraison rapide. 3500 références de stock a tout moment
Houston Stucco Elastomeric Finish
Need help repairing plaster and stucco in houston? Stucco often needs repairs when damaged or cracked. Remodel jobs often require stucco matching. Whether you need to repair existing stucco or add new stucco, count on houston’s stucco experts.

Saturday, January 2, 2010

TIPS supaya FB User Tidak Di Blokir, Disable atau Di Hapus

Dalam postingan kali ini saya akan membahas tentang alasan utama kenapa Facebook seorang user bisa diblokir, di-disable, atau dihapus. Sebenarnya istilah dihapus untuk profile di Facebook ga sepenuhnya benar, karena Terms of Use Facebook mengatakan profile tidak akan dihapus, melainkan hanya diblokir status keaktifannya. Khusus bagi yang udah pernah diblokir, dan bingung kenapa bisa sampai diblokir, mungkin di sini bisa memberi sedikit memberi pencerahan dan tentunya jangan sampai diulangi lagi. Oke, kita langsung aja deh ke list alasan kenapa kamu bisa diblokir oleh pihak Facebook.

1. Kamu sering menganti Nama User Facebook. Melalui menu settings, Anda memiliki kekuasaan untuk mengubah-ubah nama kamu, tentu bukan untuk sembarangan mengubah nama. Facebook akan mengecek setiap perubahan nama sehingga tidak aneh bila nama yang Anda gunakan belum berubah setelah beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah kamu mensubmit nama baru kamu hanya karena nama kamu terlihat mencurigakan. Bahkan bila ketahuan bahwa ada user yang menggunakan nama palsu, maka account tersebut bisa diblokir. Perlu diperhatikan bahwa nama samaran atau nickname juga termasuk yang dilarang di sini (tentu saja kalau sampai ketauan), jadi usahakan menggunakan nama yang tertera di KTP atau akta kelahiran kamu.

2. Terlalu banyak join ke group. Kalau kamu join ke group, apakah kamu benar-benar mengikutinya? Atau sekedar untuk beriklan atau spamming dan mencari teman baru aja? Hati-hati kalau kamu sudah join ke 200 group atau lebih.

3. Kamu terlalu banyak mengirim message pada sebuah wall atau sebuah group. Facebook akan menganggap tindakan kamu sebagai spamming. Atau bahkan dianggap terlalu fanatik terhadap suatu hal (evangelisme), misalnya saja masalah SARA. Kalau mau ngomongin sampai banyak hal ke satu orang, lebih baik lewat message aja, atau lewat fitur chat yang disediain.

4. Kamu terlalu banyak mengirim message ke banyak wall atau ke banyak group. Ini yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berjualan suatu produk. Singkat kata bisa dikategorikan juga sebagai spamming. Kalau mau promosi produk, sebisa mungkin jangan berlebihan sampai group-group yang ga kita ikutin juga jadi korban “marketing plan” kamu (cieh, mentang-mentang semalem baru kerjain tugas entrepreneurship).

5. Kamu berteman dengan terlalu banyak orang. Siapa bilang banyak teman itu selalu hal yang bagus? Bagi sebagian orang, banyak teman berarti populer, dan bahkan banyak yang senang kalau diajak kenalan. Di Facebook, kebanyakan teman justru akan terlihat mencurigakan, bukan cuma bagi tim Facebook-nya, tapi juga dari orang-orang yang kamu add sebagai teman. Sebagai catatan bahwa 5000 adalah jumlah maksimum teman yang bisa kamu punya di Facebook, dan juga makin mendekati angka ini berarti makin mencurigakan. Satu hal lagi yang penting, jangan nge-add teman hanya karena aplikasi saja!

6. Nama sekolah dan organisasi yang kamu ikuti mencurigakan / tidak benar. Jangan asal nulis bahwa kamu lulusan ITB atau Harvard kalau kamu baru sekolah sampai SMA sekarang ini. Hal ini termasuk juga di network.

7. Kamu poke terlalu banyak orang. Salah satu fitur di Facebook adalah poke yang berfungsi untuk menarik perhatian dengan notification khusus (tanpa harus mengirim message). Hampir semua orang, baik yang merupakan teman atau ga bisa kita poke. Tapi jangan sampai kita poke ke terlalu banyak orang, apalagi kalau ga dikenal cuma karena iseng-iseng doank karena bisa-bisa account kamu diblokir.

8. Mengiklankan aplikasi di wall orang. Oke, kamu membuat aplikasi atau kuis, trus kamu nulis di wall orang lain dengan tujuan promosi aplikasi kamu. Bukannya mendapat pengunjung yang ramai, malahan aplikasi kamu dihapus dan account kamu diblokir karena ini. Iklan dan spam batasnya sangat tipis di sini. Biarlah aplikasi kamu berkembang jumlah penggunanya karena pengguna itu sendiri walau harus berjalan dengan lambat.

9. Membuat pesan yang sama persis dan dikirim ke banyak orang. Siapa sih yang ga suka metode copy paste? Selain praktis dan efektif, juga ga perlu repot-repot lagi membuat rangkaian kata baru. Tapi ini juga merupakan ciri-ciri spam yang tentu aja ga diperbolehkan di Facebook (sebagai info, spammer yang sudah profesional menggunakan message yang berbeda-beda untuk tiap spamnya).

10. Kamu adalah seekor kucing, perpustakaan atau bangunan. “Being a real person is not enough, you must be a homo sapien.” Sebuah kutipan yang keren dan harus diingat. Yap, menjadi suatu hal yang benar-benar ada aja ga cukup untuk bergabung di Facebook, tapi kamu juga harus menjadi seorang manusia yang utuh. Jadi jangan sekali-sekali membuat account profile untuk peliharaanmu, usaha yang kamu rintis atau segala hal yang ga berbentuk manusia. Kalau mau, silahkan buat Page account saja karena itu memang tempat untuk segala macam hal selain profile pribadi.

11. Kamu berada di bawah umur 18 tahun. Ok, sekarang mungkin terlihat ga relevan lagi karena Facebook sendiri sudah memperbolehkan tahun kelahiran 2009 digunakan! Tapi jangan menganggap sepele aturan ini karena dalam Terms of Use di bagian Eligibility masih tertulis aturan bahwa Anda harus berumur 13 tahun ke atas DAN berumur kurang dari 18 tahun tetapi berada di bangku SMA (high school) atau kuliah. Batasan ini bisa diacuhkan bila kamu sudah berumur 18 tahun lebih. Jadi jangan menganggap remeh aturan ini dan juga jangan memalsukan umur kamu.

12. Kamu menulis konten yang bersifat offensif. Kamu mungkin memiliki pendapat berbeda dengan orang lain atau mungkin ga suka dengan orang lain. Tapi jangan sekali-sekali mengungkapkan itu melalui ruang publik secara kasar karena kamu bisa langsung diblokir. Dan jangan pula memuat foto-foto syur di sana. Rasanya ini aturan umum yang ada kalau mau bergaul secara online alias netiquette.

13. Mengoleksi informasi dari dan dengan menggunakan Facebook melalui script. Jangan pernah sekali-sekali menggunakan script untuk mengoleksi data penggunanya. Facebook ga memberi toleransi sedikit pun bagi penggunaan script semacam ini. Dan gawatnya, kamu akan sulit mempertahankan profile kamu kalau sampai ini terjadi karena Facebook merekam aktivitas dan IP kamu, dan itulah yang akan mereka gunakan sebagai alasan untuk tetap memblokir kamu.

Dan tentu saja bukan hanya 13 alasan di atas yang bisa membuat kamu diblokir. Penggunaan Facebook yang tidak sesuai aturan yang berlaku juga bisa membuat kamu diblokir dari Facebook. Bahkan hal sepele seperti menggunakan fitur dengan tidak seharusnya juga bisa membuat kamu diblokir dari Facebook. Bagi kamu yang udah terbiasa menggunakan Friendster, sebisa mungkin hindari kebiasaan lama kamu karena Facebook lebih tegas dan ga segan-segan memblokir kamu kalau ada laporan dari orang lain mengenai penyalahgunaan yang kamu lakukan.

Jangan juga merasa bangga kalau kamu melakukan hal-hal di atas atau melanggar aturan lainnya tetapi masih belum diblokir, karena Facebook juga dikelola oleh manusia dengan bantuan automasi dari mesin sehingga bisa saja tindakan kamu belum terdeteksi. Tapi kalau sampai ada orang yang melaporkan kegiatan kamu di Facebook, mungkin kamu akan berpikir 2 kali untuk membanggakan diri kamu. Ini bukan nakut-nakutin, tapi cuma sedikit saran aja. Mau diikuti syukur, ga mau diikuti juga silahkan soalnya resiko tanggung sendiri.

Kalau kamu menemukan Facebook kamu diblokir, coba untuk mengirimkan email ke disabled@facebook.com atau appeals@facebook.com atau info@facebook.com.
Seperti entry-entry yang pernah saya tulis sebelumnya, Facebook hanya akan memblokir account kamu, bukan menghapusnya karena Facebook memang memiliki aturan seperti itu yang tertuang di Terms of Use nya. Jadi jangan takut kamu kehilangan data kamu seluruhnya kalau kamu mendapati Facebook kamu diblokir.

Akhir kata, gunakan Facebook dengan sebaik-baiknya dan jangan sampai melakukan hal-hal yang bisa membuat kamu diblokir.

Semoga bermanfaat.
kiriman dari Smart Corporations Indonesia di fb