Jogja Antique

Sunday, January 18, 2009

Berburu Barang Antik di Jalan Surabaya


JAKARTA, SENIN - Bila Anda penggemar barang antik dan sedang berkunjung atau berada di Jakarta, tidak ada salahnya untuk mampir di Pasar Antik Jakarta (PAJ), Jl. Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat.

Tidak ada satupun para pedagang yang mengetahui secara pasti kapan pasar yang berada di Jalan Surabaya, Menteng, Jakarta Pusat, tersebut mulai beroperasi. Namun para pedagang memprediksi PAJ sudah ada sejak 30 sampai 40 tahun yang lalu, atau sekitar tahun 1960-an.

"Saya baru mulai tahun 2000 jualan di sini, tapi kalau dengar cerita dari teman-teman dan orang-orang yang sudah lebih dulu jualan di sini, pasar antik ini sudah ada sejak 30 sampai 40 tahun yang lalu," ujar Roni, salah satu pedagang yang berjualan di Pasar Antik Jakarta (PAJ), Senin (8/12).

Sebelumnya, pasar ini merupakan pasar loak yang menjual barang-barang bekas seperti baju, celana, kipas angin, dan barang bekas lainnya. Namun, sejak tahun 1971, para pedagang di PAJ sudah banyak yang menjual barang antik, seperti alat-alat kapal, teropong, kompas, lampu, setir kapal, guci, porselin, sampai keramik yang berasal dari luar negeri.

Sampai saat ini, bila berjalan di sepanjang jalan Surabaya, Anda akan menjumpai puluhan pedagang barang antik dan seni yang berjejer di puluhan stan toko yang ada di sana.

"Sebenarnya sih tidak ada yang jualan secara khusus, kebetulan saja saya banyak jual barang seni dari seluruh indonesia," lanjut pria sal Bandung ini. Di dalam tokonya, Roni menjual beragam barang seni di antaranya, gong, tifa, gamelan, topeng dari kayu, ukir-ukiran, sumpit, sampai busur.

"Lumayan juga peminatnya, meski tidak setiap hari ada yang beli. Tapi banyak turis asing yang belanja barang-barang antik khas indonesia di sini," beber Roni.

Selain barang seni yang dijual di toko milik Roni, masih banyak barang antik dan seni lainnya dijual di PAJ. Barang yang dijual berupa guci, piring, alat-alat kapal, lampu hias, wayang kulit serta barang antik lainnya yang terbuat dari kuningan maupun tembaga.

"Kalau di tempat saya (toko) hanya menjual barang-barang kerajinan yang terbuat dari logam kuningan dan tembaga, seperti jam dinding, setrika jaman dulu, sampai kerajinan tangan berupa patung dari kuningan," jelas Kris (35), pedagang yang berada di sebelah stan milik Roni.

Kedua pedagang juga menuturkan, kebanyakan pembeli yang berbelanja di tempat mereka adalah turis luar negeri. "Ada juga sih orang dalam negeri, tapi yang lebih sering belanja itu turis dari Belanda, Amerika Serikat, Swiss, Italia, Australia, China, dan Jepang," tutur Kris, yang diamini Roni.

Para turis tersebut umumnya membeli barang-barang seperti porselin dan guci dari China, barang-barang antik dari dalam maupun luar negeri berupa peralatan bekas kapal, seperti kompas, teropong nahkoda, helm untuk berenang, hingga setir kapal.

Barang dari logam kuningan dan tembaga juga menjadi incaran para turis untuk koleksi maupun cenderamata. Harga yang ditawarkan oleh para pedagang di PAJ sangat bervariasi, tergantung jenis dan kelangkaan barang. Ada yang dijual Rp 20 ribuan, seperti wayang kulit, dan ada juga yang mencapai jutaan, seperti lampu hias besar dan ukir-ukiran yang didatangkan dari Papua.

"Semakin langka suatu barang dan mengandung nilai seni tinggi, maka harganya juga akan semakin mahal," terang Kris.



Saturday, January 10, 2009

Happiness Box

Sabtu pagi aku menonton salah satu stasiun televisi yang menayangkan tentang bagaimana menyimpan kebahagian dan sewaktu waktu kita membutuhkan kebahagiaan itu maka dengan cepat kita dapat melakukannya. Di contohkan di acara tersebut beberapa surat cinta, keinginan keinginan yang simpel, foto-foto yang dulu pernah membuat kita merasa bahagia, dimasukkan dalam kardus kemudian kardus itu diberi label " Happiness Box ".

Hmm silahkan bagi yang sepakat atau yang tidak sepakat. Menurutku ada benarnya juga, cuma teknik penyimpanan dan pemunculan kebahagiaan bisa beda-beda. Pengalama pribadi, hal ini sering aku kaitkan dengan pemunculan motivasi, bukan dengan kebahagiaan. Misalnya di saat kita kehabisan energi untuk menjalin komunikasi dengan pasangan kita, aku selalu membaca ulang kisah asmara dewi gayatri dan upsara wulung yang dimuat dalam kisah Senopati pamungkas karangan arswendo atmowiloto. Ketika aku kecewa dengan nasabah atau pelanggan yang mengata ngataiku dengan kasar dan kotor, aku membaca kisah mahesa jenar sang kstaria yang selalu siap melayani masyarakat yang membutuhkan. Dan seterusnya....

Sehingga dapat disimpulkan, ide happines box cukup menarik, namun dapat kita lakukan dengan tujuan, cara dan teknik yang berbeda. Semoga ada manfaatnya....

Muhadi, Warga Giriwoyo Juara Kontes Pohon Nasional

Sabtu minggu seperti biasa update blog dan cek email serta baca-baca berita sekaligus buat refresing. Gak sengaja menemukan berita menarik tentang tanah kelahiran. Ini beritanya :
Muhadi, 52, warga Platarejo, Giriwoyo, Wonogiri segera bergegas meninggalkan daerah kelahirannya menuju Ibukota Jakarta.

Kepergian Sekretaris Desa (Sekdes) Platarejo itu disambut dengan suka cita oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan dan Pertambangan (LHKP) Wonogiri, Pranoto, didampingi Kasi Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan Dinas LHKP, Yuli Budiyanti.
Muhadi adalah warga Wonogiri yang baru saja dinobatkan sebagai penerima penghargaan pemenang lomba aksi penanaman serentak Indonesia dan kontes pohon tingkat nasional tahun 2008. Wakil dari Kota Gaplek ini berhasil meraih juara di kategori kontes pohon jenis mahoni.
Selasa (25/11) siang itu, jarum jam menunjukkan angka 12.00 WIB. Sebelum berangkat menuju Kantor Departemen Kehutanan di Jakarta, ayah dua putera ini menyempatkan diri berbincang sejenak dengan sejumlah wartawan di Kantor Bapeda . ”Saya menanam mahoni di pekarangan seluas 3,5 hektare. Pohon itu sudah saya tanam sejak tahun 2001 lalu.”
Sebagai pemenang kontes pohon tingkat nasional tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Muhadi. Tak jarang, sejauh ini dirinya selalu dijadikan ”guru” bagi warga lainnya mengenai tata cara dan proses perawatan penanaman pohon mahoni. Muhadi menceritakan ia memiliki tiga motivasi untuk menanam pohon mahoni, yakni menambah pendapatan, melestarikan lingkungan hidup, dan menyelamatkan lahan kritis di Wonogiri.
”Sejak beberapa bulan terakhir saya memang diberikan kesempatan oleh warga saya untuk mempresentasikan tentang tata cara menanam pohon mahoni secara baik dan benar. Saya sangat senang dapat mentransfer ilmu itu kepada masyarakat.”
Dengan kemenangan tersebut diharapkan menjadi penyemangat di masa mendatang untuk mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan.
Plt Kepala Dinas LHKP Wonogiri, Pranoto, berharap prestasi kali ini dapat dipertahankan di masa mendatang. Selain itu, dengan kemenangan tersebut dapat lebih mendorong partisipasi masyarakat dalam rangka pelestarian lingkungan. - Oleh : Ponco Suseno
sumber : situs giriwoyo

Belajar dari Teknik Pit Stop Balapan Formula 1

Pertama kali masuk kerja tentu kita tidak ingin terlambat sehingga mending datang lebih pagi daripada telat. Setidaknya sampai mendapatkan kepercayaan bahwa kita bukan orang yang pemalas. Begitu juga denganku yang harus menempuh perjalanan sekitar 90 km atau 1,5 jam perjalanan bila normal.

Untuk memperkirakan berapa lama kita sampai tujuan, tentu bukan hal mudah dengan jarak tempuh yang hampir 100 km. Apalagi jalannya berbelok-belok dan naik turun sehingga bila kendaraan padat tentu akan memerlukan waktu yang lebih lama. Pernah suatu saat jalanan sepi karena berangkat pagi-pagi, lama perjalanan cuma 1 jam 15 menit, namun suatu ketika aku kesiangan, jalan sudah terlanjur rame, ngadat menjadi 2 jam.

Oleh karena itu kita harus pintar-pintar menjadwal keberangkatan, memainkan spidometer maupun manajemen perjalanan yang lain termasuk pengisian bahan bakar. Khusus untuk bahan bakar, kita bisa belajar daru michael schumacher dalam menjalankan strategi pit stop. Ketika dia berhasil menempati pool position, tak jarang melakukan 3 kali pengisian bahan bakar, dengan harapan mobil lebih ringan dan bisa jauh meninggalkan lawan-lawannya, namun ketika di star dari posisi belakang, dipastikan akan melakukan pit stop maksimal 2 kali, dengan harapan ketika mobil lain pit stop, schumacer akan terus melaju kencang untuk merangsek ke depan.

Yang paling seru ketika Schumacer berada di belakang lawan yang tangguh, yang sulit untuk dilewati, disinilah strategi pit stop sering dia lakukan untuk menduhului lawannya. Artinya daripada mobilnya melambat karena tidak bisa melewati mobil di depannya, maka dia pit stop, nanti ketika mobil depannya mengisi bahan bakar diharapkan dia bisa mendahului.

Demikian juga bisa kita terapkan di jalur yang rame, berbelok belok dan naik turun. Kita bisa mencermati Tempat-tempat pengisian bahan bakar, sehingga ketika kita terjebak macet tidak bisa melewati kendaraan di depan, kita bisa masuk pit stop dulu, ke pompa bensin mengisi bahan bakar. Sehingga kita tidak banyak kehilangan waktu di jalan, nanti masih mengisi bahan bakar perlu waktu lagi......

Semoga ada manfaatnya..