Jogja Antique

Friday, September 26, 2008

Kredit Usaha Rakyat dan Amplop

Belum genap 2 minggu aku bekerja melayani masyarakat kalangan bawah, aku merasa sudah menyatu dengan mereka. Melihat mereka mengajukan permohonan kredit mulai dari 500 ribu sd 5 juta, hatiku sudah tersentuh. Sebenarnya mereka mau buat apa dengan uang segitu? benar-benar untuk usaha, atau mungkin hanya sekedar gali lubang tutup lubang?
Pastinya aku tidak bisa tau, karena aku bekerja di belakang meja. Niatku untuk melihat langsung dan berinteraksi dengan mereka tidak terkabul lantaran tidak ditempatkan sebagai petugas lapangan.

Pada suatu hari, keinginanku untuk sekedar tau, apa seh usaha dari mereka-mereka itu? lalu aku minta ijin untuk mencari informasi ke pasar, kalurahan, dusun maupun sampai RT. Disepanjang jalan bila aku mengenal nasabah yang pernah melakukan pencairan kredit ku sapa, aku mampir, ngobrol sejenak untuk beramah tamah.

Tak kusangka, aku malah diberikan amplop, katanya sebagai tanda terima kasih... wew... kaget juga. Namun demikian aku sudah berjanji dalam hati bahwa aku tidak akan pernah menerima amplop dari mereka-mereka yang mencairkan kredit. Apapun alasannya aku sudah diberi upah dari institusi tempat aku bekerja, sehingga sangat tidak etis aku menerima amplop ataupun sekedar tanda terima kasih itu. Sehingga aku menolak amplop tersebut. Dalam hatiku, betapa tulus ucapan terima kasih mereka, namun aku tetap tidak mau menerima. Akan lebih bermanfaat untuk mereka untuk sekedar tambahan uang lauk buat buka puasa. Semoga ada manfaatnya.
salam sukses
karis

Friday, September 19, 2008

Havaianas Flip Flops Slippers * Trend -- Moss Green * New 08 US 4/5 * 08 Newest Collection - We Have Large Selections!



Women's Colorful Creations Trend



Product Description
This pointy toe bunched satin sling back is a great compliment to your dress outfit. Dyeable construction offers the ability to create the perfect color match. BUY NOW

Monday, September 15, 2008

Diklat di Sendik BRI

Setelah melampaui beberapa seleksi, akhirnya tanggal 10 september 2008, aku bertemu kawan-kawan peserta outsourcing PKSS untuk mengisi posisi admin KUR BRI kanwil DIY dari sragen sampai majenang. Asik juga, setelah sekian tahun lalu aku hidup di asrama selama 3 tahun, sekarang harus menjalani kehidupan yang mirip selama 4 hari, bedanya dulu aku masih ingusan, sekarang sudah dewasa, sudah mampu membawa diri, sudah tidak cengeng dll.
Kadang kehidupan asrama menimbulkan kerinduan, mirip kalau aku merindukan Puncak Gunung. Ketika aku rindu puncak gunung, pada hakekatnya aku merindukan hawa yang sejuk, dingin sampai menembus tulang, mandi awan, melihat pemandangan alam indonesia nan permai, melihat indahnya bunga eidelweis yangs edang mekar dll.
Kehidupan asrama tidak jauh berbeda, kita bisa bertemu dengan teman dengan berbagai macam karakter, ada yang pemalu, pendiam, cerewet, suka ribut, cakep, modis, keras kepala sampai yang keibuan. Bahkan terkadang kita bisa menilai, sanguiniskah dia? melankoliskah? koleriskah? atau plegmatis? kadang kita juga bisa mendalami karakter dari cara senyumnya, bahasa tubuhnya, gerak - geriknya dll.
Memang paling asik mendalami karakter itu lawan jenis, karena ada motivasi tersendiri, bukan karena nafsu ingin memiliki atau ingin selingkuh atau ingin memacari dll, tapi semata mata ingin berbagi kasih sayang, berbagai ilmu, saling menjajaki kepribadian dll. Lalu apa hasilnya? apakah hanya itu saja? tunggu kisahnya di http://kur-bri.blogspot.com