Jogja Antique

Monday, September 29, 2008

Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri

" boyok pegel ndang dipijetno, golek duwek gak perlu ngoyo, roso mangkl podo dilalekno, ayo sing rukun nyambut riyoyo - MOHON MAAF LAHIR BATHIN-"

" Aruming pangruwating jiwo winahyo ing lekasing ati suci. Sumusul lunturing nugroho jatining sedyo " minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin"

Silahkan berangan angan untuk membuat ucapan yang lebih indah....

Dua Macam Ibu

Dalam dunia kehidupan hanya ada dua macam ibu. Pertama adalah untuk perempuan yang melahirkan anaknya. Kedua adalah sebutan untuk perempuan yang merelakan kebahagiaannya sendiri untuk anak orang lain. Aku bisa bercerita karena aku memiliki. Ibuku tak berbeda dengan ibu-ibu yang lain. Perempuan dengan naluri untuk berbuat baik. Perempuan yang mencintai kita sepenuhnya dan tidak menjadi cemas jika tiba-tiba kita mencintai perempuan lain. Itulah mungkin perbedaan seorang ibu dengan seorang isteri. Seorang ibu akan merelakan anak lelakinya mencari perempuan untuk diperistri, akan tetapi seorang isteri akan merasa aneh jika suaminya mencari seorang ibu baru. ( mengutip dari bukunya arswendo kesukaanku)

Friday, September 26, 2008

Kredit Usaha Rakyat dan Amplop

Belum genap 2 minggu aku bekerja melayani masyarakat kalangan bawah, aku merasa sudah menyatu dengan mereka. Melihat mereka mengajukan permohonan kredit mulai dari 500 ribu sd 5 juta, hatiku sudah tersentuh. Sebenarnya mereka mau buat apa dengan uang segitu? benar-benar untuk usaha, atau mungkin hanya sekedar gali lubang tutup lubang?
Pastinya aku tidak bisa tau, karena aku bekerja di belakang meja. Niatku untuk melihat langsung dan berinteraksi dengan mereka tidak terkabul lantaran tidak ditempatkan sebagai petugas lapangan.

Pada suatu hari, keinginanku untuk sekedar tau, apa seh usaha dari mereka-mereka itu? lalu aku minta ijin untuk mencari informasi ke pasar, kalurahan, dusun maupun sampai RT. Disepanjang jalan bila aku mengenal nasabah yang pernah melakukan pencairan kredit ku sapa, aku mampir, ngobrol sejenak untuk beramah tamah.

Tak kusangka, aku malah diberikan amplop, katanya sebagai tanda terima kasih... wew... kaget juga. Namun demikian aku sudah berjanji dalam hati bahwa aku tidak akan pernah menerima amplop dari mereka-mereka yang mencairkan kredit. Apapun alasannya aku sudah diberi upah dari institusi tempat aku bekerja, sehingga sangat tidak etis aku menerima amplop ataupun sekedar tanda terima kasih itu. Sehingga aku menolak amplop tersebut. Dalam hatiku, betapa tulus ucapan terima kasih mereka, namun aku tetap tidak mau menerima. Akan lebih bermanfaat untuk mereka untuk sekedar tambahan uang lauk buat buka puasa. Semoga ada manfaatnya.
salam sukses
karis