Jogja Antique

Monday, August 17, 2009

Sleman Raih Emas

Rabu, 5 Ags 2009 12:29:38

SLEMAN -- Tim panjat tebing Sleman meraih medali emas pertama melalui trio atlet putranya, Bayu, Wahyu Purnomo, dan Faizal yang menjuarai nomor boulder beregu putra. Sedangkan tim panjat tebing Kota menambah satu medali lagi dari nomor boulder beregu putri lewat trio Murjayanti, Ningrum dan Widyantari.
Di final boulder beregu putra, trio Sleman tersebut berhasil mengungguli atlet berpengalaman dari Kota yang diperkuat Sultoni Sulaiman, Fariz dan Prima yang harus puas meraih perak. Sementara medali perunggu nomor ini diraih tim panjat tebing Kulonprogo yang diperkuat Taryatna dan Rian.
Di nomor boulder beregu putri, tim pemanjat Kota masih menunjukkan dominasinya lewat trio pemanjat, Murjayanti, Ningrum, dan Widyantari. Mereka menungguli trio atlet Sleman yang terdiri dari Hana, Yustira , dan Amelia. Medali perunggu nomor ini kembali direbut tim Kulonprogo yang diperkuat Ria, Desi, dan Galih.
Dengan demikian, hingga hari ketiga perlombaan panjat tebing PORProv X/2009 DIY Tim panjat Tebing Kota sudah mengoleksi 3 emas dari 18 emas yang diperebutkan. Seangkan tim Sleman baru meraih 1 emas.
Hari ini yang merupakan hari keempat perlombaan panjat tebing, akan diperebutkan 7 medali emas dari final nomor rintisan beregu putra, beregu putri, rintisan berantai putra, rintisan berantai putri, rintisan ganda campuran, speed beregu putra dan speed beregu putri. (jit)

Gunung Tambalan dan Gunung Sepikul


Tanggal 16 Agustus 2009 aku merencanakan untuk mengirim doa sambil berziarah menjelang puasa, namun karena ada acara menjenguk temen-temen atlet panjat tebing sleman yang lagi KKN, acara ku tunda menjadi tanggal 17 Agustus 2009. Hari yang unik menurutku, karena biasanya peringatan detik-detik proklamasi selalu kurayakan di tempat ketinggian seperti merapi, merbabu, sundoro, sumbing, lawu atau puncak tertinggi menoreh di Kulonprogo. Kali ini peringatan detik-detik proklamasi kulakukan di Tempat Pemakaman Umum Gunung Tambalan Bantul.

Usia dan tuntutan hidup termasuk kehidupan kemasyarakat bisa mengubah apa yang sudah menjadi tradisi pribadi kita. Asalkan bukan soal prinsip dan keyakinan, hal-hal perubahan bisa dimaklumi. Seperti dalam kasusku ini aku tidak mungkin tidak berziarah hanya karena aku akan naik gunung. Toh Peringatan 17 Agustus bisa dimana saja, asalkan semangat dan hatiku terus untuk INDONESIA.

Itu pasti, karena apa yang kulakukan dalam hidupku selalu mengandung proses kecintaan. Kecintaan terhadap Sang Pencipta, Kecintaan terhadap orang tua, Kecintaan terhadap keluarga, Kecintaan terhadap tanah air dan seterusnya. Karena cinta, kita menjadi kuat, mejadi semangat, menjadi hiduo kebih baik. Dan karena cinta, kita bisa melakukan sesuatu yang luar biasa....

Link Sahabat

1. Gastrodirect
Grossiste horeca avec plus de 30. 000 articles pour livraison immediate. Garantie, sav, livraison rapide. Ce que il vous faut, four à pizza, refrigeration, materiel de collectivities.
2.Stroke Treatment
Neuroaid is a new stroke medication that shortens patients' normally long recovery after stroke

Saturday, August 15, 2009

Puncak Suroloyo di Perbukitan menoreh





Banyak kenangan di Perbukitan Menoreh. Pertama kali aku di gojlok masuk Geologi, di Perbukitan Menoreh, sekitar kawasan Gunung Kucir. Pertama kali aku membawa mahasiswa praktikan ke lapangan juga ke perbukitan menoreh. Terakhir kali aku terlibat kepanitiaan lomba lintas geowisata berwawasan lingkungan tingkat nasional tahun 1998 juga di perbukitan menoreh. Dan upacara 17 Agustus 2001 bersama temen-temen mahasiswa juga di Puncak Suroloyo Perbukitan menoreh.

Jodoh kali ya, soalnya waktu kecil aku suka sekali membaca komik karangan SH Mintardja yang judulnya juga " Api di Bukit menoreh " Dan besuk insya allah menengok temen KKN di Samigaluh juga di lereng perbukitan menoreh....